Tentang Kami

Sejarah Singkat:

Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke (SKP-KAME) merupakan salah satu organ dari Keuskupan Agung Merauke yang menangani karya pastoral keuskupan dalam bidang keadilan dan perdamaian serta keutuhan alam ciptaan. Sejak tahun 1965, Paus Paulus VI telah mencanangkan gerakan Iustitia et Pax sebagai jawaban atas kebutuhan umat dunia yang merindukan keadilan dan perdamaian. Di tingkat Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah terbentuk Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP PMP). Hingga sekarang ini hampir di setiap keuskupan telah terbentuk Sekretariat atau Komisi.

Di Keuskupan Agung Merauke, sejak tahun 1999 telah ditunjuk Sdr. Robertus Kambun sebagai Penghubung KKP PMP KWI dan merupakan awal terbentuknya SKP-KAME. Kondisi kehidupan masyarakat di Tanah Papua sejak 1999 – 2000 yang diliputi ketidakpastian dan rasa tidak aman telah mendesak Gereja untuk melakukan gerakan kemanusiaan. Pada akhir tahun 2000 dan awal tahun 2001 secara spontan sekelompok umat tergerak membentuk Tim Relawan Kemanusiaan yang mendampingi masyarakat korban.  Gereja Keuskupan Agung Merauke semakin terpanggil untuk memberikan jawaban nyata atas kebutuhan umat dalam bidang keadilan dan perdamaian. Karena itu, Musyawarah Pastoral (MUSPAS) Keuskupan Agung Merauke Tahun 2000, yang mengedepankan tema Menghormati Martabat Manusia untuk lima tahun ke depan (2001-2005) membicarakan kembali secara serius pentingnya kehadiran SKP. Maka sebagai tindak-lanjutnya, Januari 2001 Bapak Uskup menunjuk Team MHC (MSC Heart Centre) agar mempersiapkan terbentuknya Sekretariat Keadilan dan Perdamaian. Maka sejak Februari 2001, terbentuk Tim sementara untuk memikirkan rencana kegiatan, menggalang kerjasama kemitraan dengan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan bagaimana mendampingi masyarakat korban. Sejak 01 Juli 2001, P. Jus F. Mewengkang MSC secara resmi diangkat oleh Uskup Agung Merauke sebagai Ketua SKP-KAM dibantu oleh  empat relawan yang bekerja paruh waktu, yaitu Harry Woersok, Theo Erro, Guntur Ohoiwutun dan Maria Kurupat. Nama SKP-KAM kemudian berubah menjadi SKP KAME pada tahun 2010 untuk membedakan dengan nama Keuskupan Agung Medan yang juga menggunakan singkatan KAM.

Secara mendasar, pastoral di bidang Keadilan dan Perdamaian merupakan gerakan bersama karena semua orang merindukan keadilan dan perdamaian. Pergumulan masyarakat di tanah Papua, khususnya Merauke, merupakan bagian pergumulan Gereja Keuskupan Agung Merauke. SKP-KAME telah mengalami 4 kali pergantian direktur: P. Jus F. Mewengkang MSC (2001-2007), P. Decky H. Ogi MSC (2007-2010), Bpk. Harry Woersok (2010-2014), dan P. Anselmus Amo MSC (2014 sampai sekarang).

Semangat Dasar

Keadilan dan Perdamaian adalah nilai-nilai Kerajaan Allah yang harus dihidupi oleh semua orang. Karena itu tugas utama pastoral di bidang Keadilan dan Perdamaian adalah mempromosikan (mewartakan/memperjuangkan) penghargaan tertinggi akan harkat dan martabat manusia. Dasar tugas pastoral ini adalah “keberpihakan pada kaum miskin (tak berdaya)”. Ini berarti, yang tak berdaya mendapat pertimbangan utama. Seperti Yesus sendiri yang menekankan keperpihakkanNya, begitu pula Gereja hadir untuk berpihak pada kaum miskin. Pada pembukaan pelayanan-Nya di muka umum, Yesus memaklumkan misi pelayanan-Nya:

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Lukas 4:18-19).

Misi Yesus ini adalah misi cinta kasih: menghadirkan wajah Allah yang adalah Kasih. Kasih Allah ini nampak dalam Hati Yesus yang Mahakudus, yang memberikan keteduhan bagi setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat, dan menyediakan sumber kehidupan bagi yang lapar dan haus akan keadilan dan perdamaian.

Visi

Terwujudnya Kerajaan Allah di tanah Papua yang adil dan damai antar sesama manusia dalam keutuhan alam ciptaan Tuhan.

Misi

(1)  Bersama meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran dengan menghormati martabat manusia demi terwujudnya kesejahteraan bersama

(2)  Bersama mengembangkan sikap dan semangat solidaritas, toleransi, saling menghargai, serta mengupayakan dialog yang seimbang demi tercapainya perdamaian sejati

(3)  Bersama menghormati keutuhan alam ciptaan sebagai anugerah Tuhan dengan menghargai kearifan lokal dan pelestarian lingkungan hidup

(4)  Bersama menyuarakan kepada pemerintah untuk segera memenuhi hak-hak dasar ekonomi, sosial dan budaya (EKOSOB) dan hak-hak sipil dan politik (SIPOL) semua warga masyarakat

Tujuan

(1)  Bersama mengembangkan strategi peran organisasi basis dalam pembangunan kampung,

(2)  Bersama mendorong perubahan kebijakan kampung berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat,

(3)  Bersama mendorong perubahan kebijakan pemerintah di tingkat kabupaten, propinsi dan pusat dalam pengelolaan kawasan, khususnya pada isu lingkungan hidup dan hak-hak warga,

(4)  Bersama membangun sistem informasi dan pangkalan data di setiap kampung,

(5)  Bersama mengembangkan kerjasama tematik antar kampung dan kawasan untuk meyelesaikan permasalahan bersama.

Strategi Pendekatan

Strategi yang dilakukan dalam mencapai visi, misi, dan tujuan SKP-KAME adalah gerakan yang berpusat pada pemberdayaan komunitas basis, dalam hal ini masyarakat kampung. Itu berarti bahwa gerakan yang dibangun adalah gerakan dari bawah (bottom up) yang mengedepankan partisipasi masyarakat kampung dalam mengupayakan terwujudnya keadilan dan perdamaian. Pemberdayaan komunitas basis ini dilakukan dalam suatu kawasan atau wilayah yang memiliki kesatuan ekosistem, sejarah, dan tatanan sosial (politik, ekonomi, dan budaya) yang saling berkaitan satu sama lain. Karena itu, semua intervensi program yang dilaksanakan di setiap kampung, apapun bentuk dan isu utamanya, dengan menjalin berbagai unsur ketekaitan tersebut, sehingga benar-benar memiliki dimensi wawasan dan pendekatan kawasan terpadu.

Kepengurusan

Kepengurusan SKP-KAME terdiri atas dua bagian penting, yakni Badan Pendiri dan Badan Pelaksana. Badan Pendiri SKP-KAME adalah Uskup Agung Merauke dan Superior Daerah MSC Papua. Sedangkan Badan Pelaksana SKP-KAME adalah Direktur yang dibantu oleh staf dan relawan pelaksana program. Dalam pelaksanaan tugasnya, Badan Pelaksana bertanggung jawab kepada Badan Pendiri.

Badan Pendiri SKP-KAME:

  1. Uskup Agung Merauke: Mgr. Nicholaus Adi Seputra MSC
  2. Superior Daerah MSC Papua: P. Robertus Sukiswadi MSC

Badan Pelaksana SKP-KAME:

  1. Direktur: P. Anselmus Amo MSC
  2. Staf: Sr. Irene Banne PBHK, Cornelis Tuwong, Oktovianus Waken, Karolina Poniwati, Kizito Heru, Theo Erro, Beatriks Gebze, Mina Basik-basik
  3. Relawan: Kaum muda dan mahasiswa

Laporan Tahunan

Laporan Tahunan merupakan laporan program dan kegiatan yang telah dilakukan SKP-KAME sepanjang tahun dan telah dipertanggungjawabkan ke Badan Pendiri.

Donasi

Karya di bidang keadilan dan perdamaian merupakan salah satu bentuk pengabdian Gereja kepada orang kecil, lemah, dan tertindas. Kami menyediakan waktu dan tenaga untuk karya pelayanan yang berharga ini. Apabila anda tertarik untuk memberikan bantuan dalam karya pelayanan Gereja di bidang keadilan dan perdamaian di Keuskupan Agung Merauke, silakan mengontak kami di sini.

Kontak Kami

Anda dapat mengirimkan pesan dengan menggunakan alamat di bawah ini.

Alamat Kantor SKP KAME:

Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke

Jl. Kimaam No. 02 Merauke 99602, Papua – Indonesia

Telp +62 971 326614

Email: skp_merauke@yahoo.com

Leave a comment

Prioritas Program

Chart
  • 01 Penegakan keadilan dan Demokratisasi
  • 02 Membangun Budaya Damai
  • 03 Keutuhan Alam Ciptaan
  • 04 Perlindungan Perempuan dan Anak

Partner Links

  • Link Mitra 1
  • Link Mitra 2
  • Link Mitra 3
  • Link Mitra 4
  • Link Mitra 5
  • Link Mitra 6