PERTEMUAN KE 6 PILAR PEMOLISIAN MASYARAKAT KABUPATEN MERAUKE

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Bapak Theo Erro menjadi moderator pada kegiatan Pertemuan Ke 6 Pilar Pemolisian Masyarakat (POLMAS) Kabupaten Merauke yang berlangsung di Biara MSC Papua (Kamis, 26/1/2017). Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Polres Merauke, Pemda Kab. Merauke, Kedubes Belanda, dan IOM Indonesia (International Organization for Migration). Peserta yang hadir merupakan tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan unsur TNI – Polri di Kab. Merauke.

Selama ini, masyarakat berpikir bahwa keamanan dan ketertiban itu urusan Polisi Republik Indonesia (POLRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), sehingga masyarakat ini terkesan belum benar-benar menyadari tentang ketertiban hidup.

Adapun beberapa Pertemuan Ke 6 POLMAS ini sebagai berikut:
Pak WAKAPOLRES yang mewakili bapak KAPOLRES menyampaikan tentang polose dari POLMAS ini. Dikatakan bahwa POLMAS bertujuan untuk membina masyarakat menjadi polisi atas dirinya sendiri, keluarganya, dan lingkungannya. Keamanan harus dijamin dengan penuh kesadaran oleh seluruh masyarakat, bukan hanya oleh POLRI dan TNI. Keamanan itu bukan hanya dari segi kriminaliatas, tetapi juga soal perilaku-perilaku sosial yang membahayakan diri dan juga membahayakan orang lain. Rasa aman menjadi tanggung jawab bersama, karena rasa aman merupakan hak hidup maka setiap orang harus bisa menjaga haknya.

Selama ini daerah Kampung Sota, Distrik Sota menjadi percontohan pembinaan POLMAS, maka dalam pertemuan ini, diminta Ketua POLMAS Sota untuk menyampaikan apa yang dialami di sana. Dikatakan bahwa pada mulanya masyarakat bertanya-tanya, kami ini mau dibawa ke mana? Namun sekarang mulai terasa manfaatnya, terutama anak-anak muda

Dulunya biasa mabuk-mabukan, sekarang mulai terasa ada kegiatan-kegiatan positif, khususnya melalui kegiatan Karang taruna. Anak-anak muda bersatu dan mulai melakukan kegiatan-kegiatan sosial, seperti: pembersihan tempat-temapat umum (balai kampung, masjid, gereja, pasar, dan lainnya).
Selanjutnya, dilaporkan dari pihak KABTIMAS POLRES – Merauke bahwa situasi KAMTIBMAS yang terjadi dua bulan terakhir (Desember 2016 – Januari 2017), yaitu:

1. CURANMOR (pencurian kendaraan bermotor). Di Papua Selatan ini kota Merauke menduduki urutan pertama, dan untuk seluruh Papua, Merauke ini urutan kedua setelah Jayapura. Sehingga seluruh masyarakat perlu berhati-hati dalam menyimpan kendaraan.

2. LAKALANTAS (kecelakaan lalu lintas). Lakalantas ini umumnya kecelakaan tunggal. Ada mobil diparkir dan tiba-tiba ada yang tabrak, atau ada yang mengendarai kendaraan se-arah, tetapi tiba-tiba saling bertabrakan. Setelah diselidiki ternyata karena mabok minuman keras (miras). Banyak yang meninggal dengan siasia. Bila lagi mengkonsumsi miras maka sebaiknya tidak berkendaraan di jalan umum/ jalan raya.

3. JAMBRET (pencurian dengan kekerasan). Beberapa waktu terakhir ini sudah dua kali terjadi penjambretan. Terutama ibu-ibu agar berhati-hati dalam membawa barang-barang berharga, dan tidak memancing orang untuk terjadi penjambretan.

4. KEKERASAN TERHADAP ANAK. Siapa pun terikat kewajiban untuk melapor, bila melihat perbuatan kekerasan terhadap anak, dan si pelapor tidak melanggar hukum.

5. Masih ada juga penemuan-penemuan mayat dan mabok karena miras yang merugikan diri dan orang lain.***FAM

DAPAT BANTUAN DANA, MASYARAKAT ONGGARI TANAM POHON KELAPA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Abrasi pantai beberapa tahun terakhir mengakibatkan kerusakan di sepanjang pantai di Kabupaten Merauke, demikian juga terjadi di Kampung Onggari. Segala upaya dilakukan agar mengurangi dampak abrasi.

Tahun 2016 masyarakat Kampung Onggari melakukan penanaman pohon kelapa sebanyak 2000 pohon di sepanjang pantai. Tujuannya untuk menggantikan pohon mangrove dalam menahan laju abrasi.
Bantuan pohon kelapa ini atas usulan dari pemeritah Kampung Onggari kepada Dinas Perikanan & Kelautan serta Dinas Kebudayaan & Pariwisata. Pihak dinas akhirnya membantu dana sejumlah 50 juta rupiah. Dana tersebut kami gunakan untuk pegadaan bibit kelapa dan pohon ketapang. Kami berharap pantai kami bisa terlindung dari abrasi.
Adrianus Ndiken, Sekretaris Bamuskam Onggari, 8/1/2017

MUSYAWARAH DPC KNPI MUTING, VIRGIL YOLMEN TERPILIH JADI KETUA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Pemuda lintas etnis di Distrik Muting bertemu di Kantor Distrik Muting, 20 November 2016 untuk mengikuti Musyawarah dan Rapat Kerja DPC KNPI Distrik Muting.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Distrik Muting Marman, S.Sos, Danramil Muting, Kapolsek Muting, dan Ketua LMA Malind Mbiyan Anim, serta pemuda dari lintas etnis yang ada di Distrik Muting. Sebagai pemateri, Danramil Muting dan Ketua DPD KNPI Kabupaten Merauke, Hendrikus Mahuze, S.Sos.

Dalam kesempatan ini juga, diadakan pemilihan Ketua DPC KNPI Distrik Muting, penyusunan pengurus, sekaligus penyusunan program kerja. Terpilih sebagai Ketua DPC KNPI Distrik Muting Virgil Yolmen.
Silvester Yanggai Ndiken, Tokoh Masyarakat Muting, 6/1/2017

NATAL BERSAMA DAN PEMBERKATAN RUMAH PASTORAN DI STASI NGAYU

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Pastor Niko Rumbayan MSC memberkati rumah pastoran di Ngayu

SKP KAME-Pastor Paroki Muting Sta. Theresia kanak – kanak Yesus Pastor Nikodemus Rumbayan MSC memimpin misa Natal bersama umat Stasi Ngayu (Minggu, 8/1/2017). Misa ini diikuti pula oleh umat katolik dari Stasi Ngayu, Stasi Kumaaf, dan umat yang tinggal di kawasan perusahaan Bio 2.

Sebelum misa dilaksanakan kegiatan lomba cerdas cermat dan drama singkat tentang kelahiran Tuhan Yesus Kristus.
Pastor Niko Rumbayan MSC menyampaikan bahwa kita manusia tidak boleh serakah dengan merusak alam secara membabibuta. Kita harus terus menjaga alam (hutan) agar tetap lestari. Dengan begitu manusia yang tinggal di dalamnya dapat terus hidup dan masa depan anak cucu kelak juga cerah.

Setelah misa syukur, dilanjutkan dengan peresmian Rumah Pastoran. Hadir dalam peresmian ini Kepala Kampung Ngayu, Danramil Ulilin, serta umat katolik di wilayah Distrik Ulilin. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama serta pembagian hadiah kepada anak-anak Sekami yang menang lomba.
Yurni Ana Mina, Umat Stasi Ngayu, 8/1/2017

PEMUDA KATOLIK CABANG MERAUKE LAKSANAKAN SEMINAR SEHARI DAN PELATIHAN WIRAUSAHA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Rosina Kebubun saat membawakan materi

SKP KAME-Pemuda Katolik Komisariat Cabang Merauke pada tanggal 7 Januari 2017 melaksanakan seminar sehari di Kampung Domande. Seminar tersebut dengan tema “Peran Pemuda Katolik dalam Pembangunan Kampung”.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Kampung yang juga sebagai Pelaksana Tugas Kampung Domande Riki Robert Niwar. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kegiatan ini yang kedua kali dilakukan oleh Pemuda Katolik di Kampung Domande, ….“maka mewakili pemerintah distrik dan tiga kampung (Kaiburse, Onggari dan Domande) saya rasa bersyukur dan berterima kasih dan mudah-mudahan dengan kegiatan ini adik-adik dapat terapkan di kampung”…

Materi yang disampaikan antara lain Peran Pemuda Katolik dalam Gereja yang dibawakan oleh Ibu Faustina Mahuze, Sejarah Perjalanan Gereja Katolik di Papua Selatan yang dibawakan oleh Simon Balagaize, Situasi Politik dan Posisi Orang Papua di Merauke yang dibawakan oleh Rosina Kebubun, Gender dan Pembangunan dibawakan oleh Veronika Triariyani Kanem. Kegiatan dimulai dari jam 15.00 (3 sore) dan berakhir pada jam 10.00 malam.
Esok harinya, tanggal 8 Januari 2017 kegiatan Pemuda Katolik berlanjut, dengan Pelatihan Wirausaha Bagi Pemuda.

Adapun tema Pelatihan Wirausaha ini adalah “Menciptakan Kader Pemuda Katolik yang Berjiwa Usaha dan Mandiri”.
Peserta yang ikut kegiatan ini sangat antusias. Sebelumnya yang direncanakan terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 15 orang anggota Pemuda Katolik dari kampung Kaiburse, Onggari dan Domande yang sudah mengikuti Masa Penerimaan Anggota dan Kursus Kepemimpinan Dasar (Mapenta dan KKD) tetapi bertambah menjadi 20 orang.

Tujuan utama pelatihan wirausaha ini adalah agar peserta (Pemuda Katolik di kampung) mendapat pengetahuan dan membuka wawasan berpikir serta termotivasi untuk membuka usaha di kampung.

Pelatihan diawali dengan materi motivasi wirausaha serta kiat-kiat bagaimana berwirausaha yang dibawakan oleh Maria Kanden, seorang pengusaha muda di Merauke.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penggalian masalah dan potensi sumber daya alam yang ada di kampung, serta teknik perencanaan yang dibawakan oleh Ketua Pemuda Katolik Cab. Merauke Sdra. Petrus Alui Gebze.

Nelis Tuwong, Sekretaris Pemuda Katolik Cabang Merauke, 12/1/2016

GALERI PHOTO SKP

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Veronika Tri Kanem berkesempatan bertemu dan bercerita dengan Thomas Eperi, seorang pemuda asli Papua tukang sol sendal dan sepatu. Walau demikian, Thomas juga tetap bersekolah. Saat ini ia adalah mahasiswa semester akhir di STISIPOL Yaleka Maro Merauke, berikut foto-fotonya.

Thomas dan tempatnya sehari-hari menjahit sepatu dan sendal, tepatnya di sebelah SMAN 1 Merauke l Foto. Tri Kanem

PERUSAHAAN MASUK, MASYARAKAT TIDAK TAHU

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Sabageran adalah dusun marga Afu dan marga Hosagi di Kampung Anggai, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel. Lokasinya terletak
dekat kampung lama Omba.
Beberapa waktu lalu, ada perusahaan baru dari
Jakarta datang bertemu Manager IPK (Ijin
Produksi Kayu) di perusahaan yang ada di
Anggai sini dan mengatakan bahwa de datang
untuk bangun pabrik kayu.
Pihak perusahaan baru bersama Manager IPK
lalu buat kesepakatan dengan ketua-ketua marga Afu dan Hosagi. Dorang buat kesepakatan
di luar Kampung Anggai, entah di ibu kota kabupaten atau di mana? Itu pun tidak dengan
semua ketua marga pemilik dusun Sabageran, tetapi hanya dengan ketua marga tertentu. Selain itu, tidak ada sosialisasi kepada seluruh
masyarakat, sehingga kebanyakan masyarakat
di Kampung Anggai sini tidak tahu tentang perusahan kayu itu.
Saat ini sudah dibuka lokasi duduk pabriknya
seluar 50 hektar, sudah dibersihkan dan menurut rencana yang kami dengar bahwa bulan Februari
2017 proyek bangunan pabriknya sudah akan
dikerjakan.
Masyarakat di Kampung Anggai jadi bertanya-
tanya, apakah tidak perlu sosialisasi kepada
seluruh masyarakat? Bukankah efek baik
buruknya dialami juga oleh masyarakat lain?
Uang memang untuk masyarakat pemilik tanah
ulayat bersangkutan, tetapi efek baik buruknya
dialami oleh seluruh masyarakat di beberapa
kampung tetangga, sehingga semua masyarakat
perlu tahu juga tentang perusaan pabrik kayu itu.
Jadi stop sudah tipu-tipu masyarakat adat. Kami
sudah bosan ditipu terus.
Robert Mianggi dan Stevanus Mianggi, Warga Kampung Anggai, 22/12/2016

KISAH MAMA NURSERI DI KAMPUNG ANGGAI – BOVEN DIGOEL

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-NURSERI adalah istilah perusahaan bagi
mereka yang khusus memelihara pembibitan
sawit. Mungkin dari istilah NUTRISI. Mulai
dari persemaian, penanaman, pemeliharaan, dan
pembersihan.
Pekerjaan ini dianggap cukup ringan, sehingga
banyak mama-mama kampung dipekerjakan
atau mungkin juga mereka sendiri suka bekerja
di bidang nurseri ini. Sudah ada kesepakatan
bahwa mereka akan dibayar sebagai BHL
(buruh harian lepas) sekitar 97 ribu rupiah/
hari. Mama-mana ini cukup banyak yang dapat
dikatakan sudah usia lanjut, yaitu sekitar 50
tahun ke atas.
Mereka dapat menghitung, kalau saya bekerja
sekian hari, maka akan mendapatkan uang
sekian. Tetapi pada saat penerimaan uang pada akhir bulan, terlalu banyak potongan yang
membingungkan. Ada potongan uang transport, tetapi mama-mama ini biasa jalan kaki. Ada potongan makan di kantin, padahal tra ada
kantin. Ada potongan jaminan kesehatan, semantara tidak ada klinik, dan kalau sakit
diantar dengan speedboat ke pusat Distrik.
Tidak ada jaminan pengobatan, walaupun ada dokter, tetapi tra ada obat. Apakah tidak kerja sama dengan PEMDA setempat?
Pasti yang bermain dengan jurus-jurus seperti
ini adalah orang-orang yang ditugaskan oleh
perusahaan untuk menangani mama-mama
nurseri. Mengalami keanehan-keanehan seperti
ini, maka mama-mama ini melakukan demo ke
pihak perusahaan. Saya hitung itu sudah tiga
kali demo, tetapi kelihatannya belum ada hasil.
Pertanyaannya: Apakah terus dibiarkan? Siapa yang harus membantu mengatasi hal-hal seperti
ini?
Mikael Felix, Warga Kampung Getentiri, 22/12/2016

AWAL 2017 INVESTASI MASIH MENGANCAM MASYARAKAT ADAT

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Pembaca SORAK yang budiman!
Kami ucapkan selamat Tahun Baru 2017, semoga di tahun baru ini ada banyak perubahan ke arah yang lebih baik.
Edisi Januari 2017 ini, isi SORAK masih didominasi tentang berita investasi dari Kabupaten Boven Digoel. Saat ini, masyarakat adat dari beberapa kampung di sana tengah menghadapi persoalan invetasi.
Kampung Meto dan Kampung Yang (masuk Distrik Subur) misalnya, wilayah adatnya masuk dalam areal kerja PT. Usaha Nabati Terpadu (anak perusahaan Menara Group) yang bergerak di bidang kelapa sawit. Pihak perusahaan telah membayar uang “tali-asih” pada 22 April 2013. Tetapi menghilang tanpa jejak hingga saat ini, sehingga terancam menjadi perebutan perusahaan-perusahaan baru.
Demikian juga terjadi di Dusun Sabageran yang adalah dusun marga Afu dan marga Hosagi di Kampung Anggai, Distrik Jair, tidak semua masyarakat tahu bahwa perusahaan telah masuk di wilayah tanah adat mereka. Hal ini juga terjadi di beberapa kampung lain di wilayah Boven Digoel.
Keadaan ini pun menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat. Lagi-lagi pihak perusahaan tidak menghargai hak-hak masyarakat adat. Potensi konflik di tengah masyarakat adat juga sudah di depan mata. Kalau sudah begitu siapa yang bertanggung jawab? Bagaimana nasib anak cucu kelak?
Redaksi

Masyarakat Kampung Nggolar Minta Aliran Listrik

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Listrik atau penerangan menjadi kebutuhan bagi warga di kampung-kampung khususnya bagi warga di Kampung Nggolar, Distrik Merauke. Tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Merauke kasih bantuan mesin diesel. Kami senang, karena dapat menikmati penerangan listrik. Tapi itu hanya berlangsung selama satu tahun, selanjutnya sampai saat ini tidak ada penerangan karena mesin rusak.

Kami harap pemerintah bisa tolong masukan aliran listrik ke kampung kami, sehingga selain mendapatkan penerangan kami juga bisa menggunakan alat elektronik seperti HP, televisi, radio, dan lain-lain.

Yohanis Rembe, Anggota Bamuskam Nggolar, 24/10/2016

Prioritas Program

Chart
  • 01 Penegakan keadilan dan Demokratisasi
  • 02 Membangun Budaya Damai
  • 03 Keutuhan Alam Ciptaan
  • 04 Perlindungan Perempuan dan Anak

Partner Links

  • Link Mitra 1
  • Link Mitra 2
  • Link Mitra 3
  • Link Mitra 4
  • Link Mitra 5
  • Link Mitra 6