LINDUNGI HUTAN KERAMAT, WARGA TANAM SALIB

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Kami marga Tomba, Burok, dan Towap yang tinggal di Kampung Subur, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel adalah pemilik sah dari tanah adat yang sekarang su jadi areal kerja perusahaan perkebunan skala besar PT BIA (Bio Inti Agrindo).
Kami marga Tomba, Burok, dan Towap su berusaha beberapa kali untuk minta ganti rugi dari pihak perusahaan, tapi tidak pernah ada tanggapan.

Sekarang kami dengar informasi, bahwa perusahaan akan memperluas areal perkebunannya sampai ke wilayah dekat Kampung Aiwat, Subur, dan Kaiza Digul. Selain itu, mereka akan membuka lagi lahan baru di sekitar kampung lama Doeval.
Kami warga dari tiga kampung ini sepakat untuk tidak akan menyerahkan tanah lagi kepada perusahaan. Kami tidak mau kasih tanah lagi karena kami pikir nanti kami tidak punya tanah yang tersisa lagi. Kalau tidak ada tanah yang tersisa bagaimana nasib anak cucu kami. Karena tidak ada jalan lain, akhirnya kami tancap kayu Salib di tempat-tempat keramat disekitar hutan yang masih tersisa. Kenapa kami tanam Salib? Karena Salib merupakan simbol kemenangan Tuhan sebagai Sang Pencipta Alam Semesta.
Kami juga kecewa dengan pihak pemerintah Kabupaten Boven Digoel, yang kurang memperhatikan masalah hak tanah adat kami yang saat ini menjadi sengketa antara kami marga-marga dari kampung Aiwat dan Subur dengan dua perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Berkat Cipta Abadi dan PT. Bio Inti Agrindo.

Agustinus Tomba, Warga Kampung Subur, 13/3/2017

SALIB – ALKITAB – ROSARIO – DAN HATI

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Salib, alkitab, & rosario. | Gbr. Wikipedia

SKP KAME-Dulu ketika zaman tradisional, Papua Selatan termasuk tempat yang ditakuti, karena menurut cerita, bahwa “Orang Papua Makan Manusia”. Ini karena saat itu terjadi perang antar suku, membunuh musuh, memotong kepala dan memanggangnya untuk dimakan. Lalu, orang luar berpikir orang Papua makan manusia.

Menurut cerita, mereka berperang antar suku untuk menunjukkan kehebatan sukunya. Mereka tidak makan seluruh badan, dari ujung kuku hingga ujung rambut, tetapi hanya kepalanya, karena kepala adalah sumber pemikiran, kebijaksanaan, dan kepemimpinan.
Kepala musuh yang dipanggang itu tidak dimakan oleh semua orang, tetapi yang makan hanyalah kaum laki-laki (termasuk laki-laki muda yang sudah dianggap siap ikut perang). Sedangkan anak laki-laki yang dianggap belum siap ikut perang dan seluruh perempuan tidak dibolehkan untuk ikut makan.

Situasi menakutkan di Papua Selatan ini berubah ketika para misionaris Katolik dan juga tokoh-tokoh awam Katolik datang. Mereka tidak datang sebagai orang-orang penuh kuasa kekerasan, tetapi sebagai sahabat. Tidak membawa pasukan bersenjata untuk menakuti orang-orang sini agar jangan berperang antar suku. Tidak datang dengan “berpeti-peti uang” untuk membujuk supaya menerima mereka. Tetapi mereka hanya datang dengan membawa Salib, Alkitab, Rosario, dan yang paling penting ialah HATI. Artinya, keadaan para misionaris ini sangat rawan untuk dibunuh, karena tak memiliki keamanan diri, tetapi justru
mampu mengubah keadaan yang manakutkan menjadi keadaan yang menarik untuk didatangi banyak orang dari luar.
Kita hanya dapat mengubah masyarakat di sini bila bekerja dengan hati.

FAM, tinggal di Biara MSC Merauke, 16/3/2017

Vatikan Bekukan Dana Mencurigakan Senilai Rp28,3 Miliar

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Paus Fransiskus. | Foto. Filippo Monteforte / AFP

SKP KAME-Otoritas Tahta Suci Vatikan membekukan uang senilai lebih dari EUR2 juta (setara Rp28,3 miliar) sepanjang 2016 yang dianggap mencurigakan. Pembekuan dilakukan dalam rangka memberantas tindakan pencucian uang yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus untuk membersihkan keuangan Tahta Suci Vatikan.
Penyelenggara Keadilan, Gian Pietro Milano, mengungkapkan hal tersebut saat pidato tahunan mengenai sistem peradilan pidana Vatikan. Namun, ia tidak merilis secara rinci mengenai pembekuan uang dari kas Vatikan.
Seperti dimuat Reuters, Minggu (19/2/2017), Gian Pietro Milano menuturkan sepanjang 2013-2016, pihaknya sudah membekukan uang berjumlah EUR13 juta (setara Rp184 miliar). Uang tersebut dibekukan atas peringatan Otoritas Intelijen Keuangan Vatikan (AIF) yang diberikan kuasa lebih oleh Paus Fransiskus.
Namun, Milano tidak mengatakan berapa banyak uang yang diblokir setelah penyelidikan. Tetapi, ia menyebut sepanjang 2016 ada dua kasus yang berakhir dengan dakwaan dan tiga kasus lainnya dihentikan.
Sejak Paus Fransiskus naik takhta pada 2013, Vatikan sudah melakukan sejumlah langkah untuk membereskan keuangan mereka serta membuatnya lebih transparan. Lembaga pengawas keuangan Dewan Eropa, Moneyval, mengapresiasi langkah tersebut. Akan tetapi, Vatikan diingatkan untuk lebih agresif terkait pengusutan dan dakwaan terhadap pelaku.
Milano mengatakan Vatikan semakin dekat dengan standar internasional terkait pengawasan, pelaporan, penyelidikan, dan pengusutan kasus-kasus pencucian uang. Sebanyak 17 penyelidikan atas dugaan kejahatan keuangan kini masih berlangsung.
Sumber: okezone.com

SIGNAL HP SERING HILANG, WARGA HARAP JARINGAN LEBIH STABIL

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Sarana telekomunikasi penting bagi warga kampung. Sebelum ada pemancar Telkomsel, kitorang harus titip surat di sopir truck atau bawa ke Merauke untuk bertukar informasi dengan saudara-saudara di luar.

Sekarang dengan adanya pemancar Telkomsel ini, komunikasi jadi lancar.

Hanya saja, sering kali ada gangguan jaringan di Distrik Ulilin sini, jadi mau telepon atau sms ke luar itu susah. Bahkan sudah kurang lebih 2 minggu ini signal hilang.

Kitorang minta ke pemerintah dan puhak Telkomsel kalau bisa jaringan ini kasih bagus kah. Yang pakai barang ini bukan hanya masyarakat di kota saja to, tapi kitorang juga butuh.
Alex, Warga Distrik Ulilin, 29/3/2017

LAKUKAN PEMBINAAN, BUAH KELAPA TIDAK LAGI BERBUAH JERIGEN

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Saya datang untuk bertugas di Polsek Muting Sub Sektor Ulilin ini bulan Desember 2016. Wilayah kerja kami itu di dua distrik; Muting dan Ulilin.
Waktu saya datang pertama kali itu kelapa berbuah jerigen. Jadi banyak miras berbahan dasar kelapa; baik itu sagero maupun sopi yang dijual di Polsek Muting ini.

Karena kami komitmen untuk memberantas miras ini, maka kami sering lakukan razia di tempat-tempat di mana kami curigai diproduksi miras ini. Hasilnya cukup efektif. Kami amankan banyak sekali jerigen-jerigen berisi miras ini. Bahkan ada juga yang sudah dimasukkan dalam drum.

Di sini, miras yang sudah dimasukkan dalam botol aqua ukuran besar dihargai Rp 50.000. Bahannya dari kelapa yang sudah disuling (sopi) yang dicampur dengan semacam kayu manis.
Kami tidak bosan-bosannya untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat. Kalau tertangkap, akan kami amankan ke kantor polisi sini. Selanjutnya pelaku yang tertangkap disuruh kalungkan atau pikul jerigen dileher dan berdiri di depan kantor sini. Nah, warga yang lewat pasti akan lihat pelaku dengan jerigen dileher. Hal ini tentu menimbulkan efek jera bagi pelaku tadi, karena de malu.
Sekarang ini, kalau masuk ke Distrik Ulilin sini coba lihat, su tidak ada lagi kelapa berbuah jerigen. Yang ada sekarang itu, kelapa berbuah kelapa.

Pemuda sebagai tulang punggung bangsa dan generasi penerus di kampung ini perlu terus dibina agar bisa berhasil dan sukses.

Ipda Hamado, Kanit Reskrim Polsek Muting Sub Sektor Ulilin, 29/3/2017

BANYAK WARGA KURANG MAMPU, PEMUDA MINTA PROGRAM PERUMAHAN

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Di Kampung Nggayu, Distrik Ulilin banyak rumah warga yang dibangun tahun 1988 saat program transmigrasi dulu sampai sekarang tidak ada perbaikan. Sudah pasti rumah yang dibangun tahun 1988 dengan bahan dasar kayu tentu sudah lapuk, sengnya bolong, dindingnya bolong, tidak jarang banyak juga yang rumahnya sudah miring. Kalau hujan angin datang, pemilik rumah jadi was-was, jangan sampai rumahnya rata dengan tanah. Rumah bantuan dari program transmigrasi ini berukuran 6×6 meter.
Mata pencaharian warga Kampung Nggayu sebagian besar adalah para petani. Selain itu, beberapa diantaranya sudah berusia lanjut, ada juga ibu-ibu janda. Mereka secara ekonomi sangat lemah karena tidak mampu lagi berproduksi mencari uang. Tidak sedikit di antara mereka tinggal di rumah-rumah yang tadi sudah disampaikan di atas.

Untuk itu, kami minta pemerintah untuk juga memberi perhatian bagi warga Kampung Nggayu, terlebih khusus ibu-ibu janda, dan warga yang ekonomi lemah. Bentuk perhatian itu bisa dalam bentuk bantuan perumahan layak huni bagi warga.

Nurdin, Warga Kampung Nggayu, 29/3/2017

SURAT GEMBALA PUASA 2017 USKUP AGUNG MERAUKE

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Uskup Agung Merauke, Mgr Nicholaus Adi Seputra MSC

SKP KAME-Umat sekalian, para pastor, suster bruder, orang muda katolik, kaum remaja dan anak-anak yang saya cintai.
Dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki masa puasa. Selama 1 bulan, kita hendak berpuasa dan berpantang. Berpuasa dan berpantang, tentu sudah biasa bagi kita. Diharapkan, puasa dan pantang yang akan kita jalani, semoga bukan hanya sekedar pengulangan dari kegiatan masa lalu, namun memberikan makna dan pembaharuan batin yang mengajak kita untuk semakin mencintai Allah dan hidup bahagia bersama dengan sesama kita.
Gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP) mempunyai tujuan: 1) bertobat dan membaharui diri sehingga pantas hidup sebagai anak-anak Allah, 2) peduli pada kehidupan sesama yang berkekurangan. Pertama, pertobatan dan pembaharuan hidup dijalankan dengan cara mengendalikan diri dari keinginan dan nafsu-nafsu yang sering mengganggu / merusak hubungan kita dengan Tuhan dan sesama, membuja belenggu kelaliman, memerdekakan orang-orang yang teraniaya (bdk Yes 58: 6). Dengan bantuan Roh Kudus, doa pribadi, doa bersama di dalam keluarga, kita semua
memohon kekuatan agar pantang dan puasa kita menghasilkan kedamaian dan pengampunan, memulihkan persahabatan yang telah terganggu selama ini, meningkatkan kejujuran, kesetiaan dan pengabdian kita. Cara pengendalian diri yang telah kita kenal adalah berpuasa dan berpantangan, menjauhkan diri dari miras, mabuk-mabuk, narkoba, aibon, fitnah, berjudi; menghentikan kebut-kebutan, stop tindak kekerasan, tidak begadang, berhenti menfitnah atau menyebarkan berita-berita bohong / menolak isu-isu yang merugikan sesama.

Kedua, pantang dan puasa yang dikehendaki Allah adalah peduli kepada mereka yang berkekurangan, sebagaimana yang diserukan oleh nabi Yesaya, “puasa yang Kukehendaki adalah kamu membagi makananmu kepada mereka yang lapar, ….. memberikan pakaianmu kepada yang telanjang (bdk Yes 58: 7). Hal ini diwujudkan dengan memberikan kepada sesama, apa yang kita siapkan selama masa puasa dan pantang itu. Ketika berpuasa, beras / keladi / keladi / sagu / ubi yang tidak dimakan pada hari itu, disendirikan. Begitu pula ketika berpantang, uang yang biasanya kita belikan rokok, gula-gula, pinang, daging, dsb dikumpulkan.

Pesan Uskup Agung Merauke

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Pada akhir masa pantang dan puasa, apa yang telah saudara dan saudari kumpulkan itulah, yang diserahkan sebagai persembahan diri, sekaligus sebagai tanda kepedulian bagi sesama.
Tema APP Nasional tahun 2017 – 2019 adalah “Penghormatan dan Penghargaan Keutuhan Ciptaan Demi Kesejahteraan Hidup Bersama”. Tema Gerakan APP tahun 2017 adalah Keluarga Berwawasan Lingkungan Hidup. Keluarga adalah sel dasar masyarakat dan Gereja untuk menumbuhkan dan membangun sikap hormat dan bangga atas lingkungan hidup yang bersih, sehat dan kaya akan sumber daya alam. Betapa penting peran keluarga bagi anak-anak, lingkungan, dan generasi berikutnya sebagai penanaman nilai-nilai, cita-cita, sikap hormat dan rasa bangga. Nilai-nilai, sikap hormat dan bangga ini, akan mendorong setiap anggota keluarga untuk memelihara, melindungi dan melestarikan alam ciptaan, agar tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh anak cucu mereka.
Tema Sinode Keuskupan Agung Merauke (KAME) tahun 2016 adalah “Keluarga Katolik Keuskupan Agung Merauke yang Terlibat dan Murah Hati”. Artinya keluarga-keluarga katolik karena dorongan iman, harap dan kasihnya, mau bergerak dan ambil bagian untuk membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Misalnya, peka dan peduli pada sesama yang berkekurangan, membela mereka yang mengalami ketidakadilan, menolong mereka yang membutuhkan bantuan, merawat orang sakit dan anak-anak terlantar (korban aibon, miras, narkoba dll) menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup dsb.

Tujuan Tema APP tahun 2017 dan Gerakan KAME 2017 sesuai hasil sinode KAME 2016 adalah ajakan bagi semua warga gereja, baik pribadi-pribadi, keluarga, lingkungan, stasi maupun parki untuk membangun dirinya dan lingkungannya agar hidup makin pantas di hadapan Allah dan sesame, serta bahagia sejahtera dengan memperhatikan lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan. Kekurangan dan kelemahan, tantangan dan hambatan yang kita alami, pada masa prapaska ini kita parbaiki dan perbaharui melalui pertobatan yang kita wujudkan melalui pantang dan puasa.
Marilah kita berusaha supaya pantang dan puasa kita menghasilkan kedamaian dan pengampuanan, memulihkan persahabatan yang telah terganggu selama ini, meningkatkan kejujuran, kesetiaan dan pengabdian kita. Semoga banyak orang membuat pertobatan dan akan mengalami belas kasih Tuhan. Semoga pada masa penuh rahmat ini, banyak orang berusaha untuk menjauhkan diri dari miras, mabuk-mabukan, narkoba, aibon, berjudi, menghentikan kebut-kebutan dan tidak kekerasan, tidak begadang, berhenti menfitnah atau menyebarkan berita-berita bohong / menolak isu-isu yang merugikan sesama.
Semoga Bapa, Putera, dan Roh Kudus mencurahkan rahmat yang kita butuhkan, selama melaksanakan pantang dan puasa dalam mempersiapkan pesta paska mendatang. Selamat menjalankan pantang dan puasa kepada anda sekalian.
Merauke, 14 Februari 2017
Salam dan berkat dari Uskupmu
Mgr. Nicholaus Adi Seputra MSC
Uskup Agung Merauke

AKSES TRANSPORTASI BAIK, EKONOMI WARGA AKAN MENINGKAT

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Driver perahu cepat di tepi Sungai Digoel

 

SKP KAME-Seperti yang kitorang tahu, kalau mau ke kampung-kampung di wilayah Papua, tidak bisa ditempuh hanya lewat darat. Ada kampung-kampung yang hanya bisa ditempuh lewat jalur udara dan laut / rawa / kali.
Begitu juga dengan wilayah Kabupaten Boven Digoel. Ada beberapa kampung yang hanya dapat dilalui lewat jalur sungai. Ini karena kampung-kampung itu letaknya ada di sepanjang sungai Digoel.
Misalnya saja dari Ibukota kabuputen di Tanah Merah ke Kampung Manggelum, Distrik Manggelum. Untuk bisa sampai ke sana, kitorang butuh BBM 300 – 400 liter. Selain itu, kitorang juga harus hati-hati karena arus sungai Digoel ini sangat deras. Belum lagi kayu-kayu yang hanyut juga banyak.

Untuk sampai ke Kampung Manggelum dapat ditempuh menggunakan perahu Johnson 40 PK. Walaupun, jalannya dari pagi tetap harus menginap di Distrik Kouh karena sampai di sana biasanya su sore. Kitorang tidak mungkin paksa untuk jalan terus, apalagi kalau bawa mama-mama dan anak-anak. Biasanya pagi baru kami lanjut lagi ke Manggelum.
Sebenarnya, di Distrik Manggelum su ada lapangan terbang untuk pesawat kecil.

Tapi, lapangan terbang itu hanya bisa dipakai waktu musim panas saja. Kalau musim hujan, lapangan terbang ini su pasti becek dan sangat licin. Tentu sangat beresiko kalau mendarat waktu musim hujan.

Masyarakat berharap ke depan ada jalan darat yang tembus dari Tanah Merah ke Distrik Menggelum. Memang sementara dikerjakan, mudah-mudahan cepat selesai, supaya kitorang tidak buang biaya besar di banding lewat sungai.

Kalau lewat darat paling kitorang cuma habiskan BBM 10 – 20 liter saja. Kalau lewat sungai 300 liter. Ini su beda jauh sekali.
Selain jalaur darat yang sementara dikerjakan, lapangan terbang juga harap dibuat lebih baik, supaya pesawat bisa turun pas musim hujan.

Kalau akses transportasi semakin mudah, tentu sangat membantu perekonomian warga, terutama hasil bumi mama – mama asli wambon di distrik Manggelum bisa di jual keluar.

Enos Warum, Warga Kampung Bayanggop, Distrik Manggelum, 4/3/2017

JALANNYA PENDIDIKAN DI KAMPUNG MANGGA TIGA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel ada sebuah sekolah dasar YPPGI Manggelum. Sekolah ini terletak di Kampung Mangga Tiga.

Sekolah ini berbentuk permanen dengan 3 ruang kelas. Su pasti ini sebuah keterbatasan. Untuk itu, 3 ruang kelas itu di bagi lagi supaya cukup untuk menampung 6 rombongan belajar kitorang pu anak-anak. Dengan demikian pembagian kelasnya itu kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4, serta kelas 5 dan 6. Cara mengajarnya dalam 1 ruang, papan tulisnya di bagi jadi dua. Hal ini sudah berlangsung sejak tahun 2009.

Saya ini statusnya guru honorer. Saya lahir di Kampung Mangga Tiga, Distrik Manggelum. Jadi mengajar di SD YPPGI Manggelum ini seperti panggilan hati. Tahun lalu kurang lebih selama 6 bulan, saya tidak terima honor. Tapi itu tidak buat saya untuk lari dari tugas ini.

Situasi ini sebenarnya terjadi sejak saya masih sekolah di SD dulu. Cuma bedanya, dulu kitorang harus sekolah di Kouh (waktu itu belum pemekaran distrik). Sekarang ini su ada sekolah, walaupun ruang kelasnya terbatas. Anak-anak yang sekolah di sini berasal dari tiga kampung: Manggelum, Mangga Tiga, dan Kewam.
Semoga persoalan pendidikan di SD Mangga Tiga, Distrik Manggelum ini mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Boven Digoel. Kitorang juga mau kalau anak-anak kelak bisa jadi orang sukses dan berguna bagi bangas & negaranya.

Marinus Bisibin, Guru honor SD YPPGI Manggelum, 4/3/2017

Prioritas Program

Chart
  • 01 Penegakan keadilan dan Demokratisasi
  • 02 Membangun Budaya Damai
  • 03 Keutuhan Alam Ciptaan
  • 04 Perlindungan Perempuan dan Anak

Partner Links

  • Link Mitra 1
  • Link Mitra 2
  • Link Mitra 3
  • Link Mitra 4
  • Link Mitra 5
  • Link Mitra 6