POSYANDU LANCAR, IBU DAN ANAK SEHAT

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)
yang dikelola dan diselenggarakan dari,
oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan.
Kegiatan Posyandu memberdayakan
masyarakat dan memberikan kemudahan
kepada masyarakat dalam memperoleh
pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat
penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.
Di Kampung Matara yang terdiri atas Dusun
Matara dan Anasai setiap bulan dilaksanakan dua (2) kali Posyandu. Posyandu untuk ibu
hamil dilaksanakan setiap tanggal 9, dan
Posyandu untuk Balita setiap tanggal 11. Ada 5 kegiatan utama Posyandu yang selalu
kami lakukan setiap bulan antara lain: (1)
Kesehatan ibu dan anak (KIA), (2) Gizi, (3)
Imunisasi, (4) KB, dan (5) Penanggulangan
Diare. Melalui kegiatan Posyandu ini tentu
diharapkan ibu sehat, balita sehat, masyarakat
secara umum juga tentu akan sehat.
Pujiati, Bidan Kampung Matara, 20/7/2016

WISUDA STISIPOL YALEKA MARO MERAUKE

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Beberapa wisudawan/wati foto bersama Bupati Merauke dan para dosen

SKP KAME-Tanggal 23 Juli 2016, sebanyak 93 mahasiswa STISIPOL Yaleka Maro Merauke (73 mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan
dan 20 sisanya Program Studi Ilmu Administrasi Negara) diwisuda oleh Ketua STISIPOL, Drs.
Beatus Tambaip, M.A di Aula Bella Fista Merauke. Acara wisuda ini dihadiri oleh Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si dan
perwakilan Kopertis Wilayah XII.
Ketua STISIPOL, Drs. Beatus Tambaip, M.A menyampaikan bahwa STISIPOL hadir karena dipengaruhi oleh lingkungan eksternal
dimana lembaga ini mengolah sesuatu yang
masih mentah menjadi seorang manusia jadi
yang siap bersaing di masyarakat. Beliau
juga menyampaikan bahwa transformasi
ilmu modern harus disesuaikan dengan
perkembangan zaman. STISIPOL Yaleka Maro Merauke telah memiliki standar kualifi kasi sebagai perguruan tinggi swasta dengan dosen berijazah S-2 dan S-3. Beliau juga berpesan
kepada wisudawan/wati agar ilmu yang didapat
dapat dikembangkan dengan belajar dan belajar.
Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si
saat diberi kesempatan juga menyampaikan
bahwa pihaknya akan memberi perhatian pada
dunia pendidikan secara khusus kepada sekolahsekolah
yang ada di Kabupaten Merauke

Bupati Merauke juga berpesan agar
mahasiswa -mahasiswi tidak buat gerakan
tambahan. Sebaliknya mahasiswa harus
tetap netral dan senantiasa memberi
kontribusi pada daerah ini. Mahasiswa
yang kuliah di STISIPOL ini berasal dari berbagai daerah di Papua. Bahkan
tak sedikit pula yang berasal dari daerah
pedalaman. Untuk itu mahasiswamahasiswa
STISIPOL Yaleka Maro Merauke harus membangun daerahnya
masing-masing dan tidak jadi penghambat pembangunan.
Freddy Havurubun, Wisudawan STISIPOL Yaleka Maro Merauke, 26/7/2016

JELANG MAPENTA & KKD, PEMUDA KATOLIK BENTUK PANITIA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Pemuda Katolik Komisariat Cabang Merauke berencana akan mengadakan Kegiatan Masa Penerimaan Anggota (MAPENTA) dan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) di Distrik Okaba. Untuk itu, dibentuklah panitia SC (Steering Commitee) dan OC (Organizing Commitee) dengan ketua panitia Marthina Mahuze, Sekretaris Ignasius Sanio Kahol dan bendahara Gervasius T. Kaize. Panitia ini akan dibantu oleh beberapa seksi supaya kegiatan MAPENTA dan KKD di Distrik Okaba dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dari tanggal 4 sampai 7 Agustus 2016. Adapun peserta yang terlibat adalah para pemuda (tentunya beragama katolik) yang berasal dari Kampung Sanggase, Alaku, Okaba, Makaling, Dufmirah, Iwol, dan Wambi (Es Wambi dan Mahai Wambi). Masing-masing kampung akan mengutus 10 orang peserta.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menerima anggota baru di tingkat Anak Cabang dan Ranting. Selain itu juga melatih pemuda untuk dapat menjadi pemimpin di kampung, serta dapat mendukung pelayanan pastoral di paroki dan stasi. Hal ini sesuai dengan misi Pemuda Katolik yaitu mewujudkan kader-kader muda Katolik yang berjiwa Kristiani dan memiliki semangat Kebangsaan.
Nelis Tuwong, Sekretaris Pemuda Katolik Komisariat Cabang Merauke , 22/2/2016

TERIMA SKHUN, SISWA SD YPPK KUMBE LULUS 100%

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Seorang siswa menerima SKHUN dari Kepala Sekolah SD YPPK Kumbe

SKP KAME-Pada hari Kamis, 30 Juni 2016 bertempat di SD YPPK Sta. Theresia Kumbe diserahkan SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional) kepada 27 siswa yang telah mengikuti Ujian Nasional Sekolah Dasar pada tanggal 17-19 Mei 2016. SKHUN ini berisikan standar kompetensi siswa selama mengikuti pendidikan di sebuah lembaga pendidikan dalam hal ini di SD YPPK Sta. Theresia Kumbe. Puji Tuhan, tahun ajaran 2015/2016 ini siswa siswi kami semua lulus 100%.
Hasil ini adalah berkat usaha para siswa yang terus giat belajar, serta dukungan dari para orang tua.
Saat penyerahan SKHUN tersebut, kami selaku Kepala Sekolah SD YPPK Sta. Theresia Kumbe berpesan agar para siswa untuk terus belajar..belajar.. dan belajar.. Ini dilakukan agar dapat bersaing di jenjang berikutnya yakni SMP. Dengan mengasah pengetahuan, melatih keterampilan dan memiliki sikap yang baik adalah bekal untuk meraih masa depan yang sukses dan cemerlang.
Yeremias Enga Manuk, Kepala SD YPPK Sta. Theresia Kumbe, 22/7/2016

MISA HUT SKP KAME & SOFT LAUNCHING WEBSITE SKP KAME

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Direktur dan staff SKP KAME foto bersama usai misa

SKP KAME-“Lima belas tahun sudah lembaga ini berdiri. Sebuah usia yang mulai matang, selama itu pula kita telah melewati pelbagai macam kegiatan dan program. Semua itu adalah panggilan gereja, yaitu melayani sesama”.

Kalimat tersebut merupakan penggalan pernyataan Direktur SKP KAME, Pastor Anselmus Amo, MSC saat misa HUT SKP KAME.
Ya, lembaga yang merupakan salah satu organ Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke tersebut merayakan ulang tahun ke-15 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli.

Setelah misa, pimpinan dan staff SKP KAME memotong kue ulang tahun dan tiup lilin bersama-sama. Pada acara ulang tahun kali ini, ada sebuah kado spesial, yaitu hadirnya website SKP KAME (www.skpkame.com). Jadi, momen ulang tahun ini juga sekaligus soft launching website SKP KAME. Kehadiran website ini diharapkan dapat menjadi media pekabaran keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan dari tanah Papua, terlebih khusus dari wilayah Keuskupan Agung Merauke yang meliputi Kabupaten Merauke, Mappi, dan Boven Digoel. Hal ini sesuai dengan salah satu misi SKP KAME yaitu pemulihan hak masyarakat adat dan seluruh ruang hidupnya.***CT

KESADARAN BERLALU LINTAS LEMAH, KECELAKAAN SERING TERJADI

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Akhir-akhir ini kalau sa naik motor di seputaran Jalan Raya Mandala atau Jalan Brawijaya, Merauke sa harus ekstra hati-hati. Bahkan sa bisa bilang macam nonton film horor. Kenapa bisa begitu? Apa hubungannya nonton film horor dengan naik motor?
Banyak sekali pengguna jalan di Merauke saat ini tidak patuh pada rambu-rambu lalu lintas seperti; tidak pakai helm, tabrak lampu merah, tidak menyalakan lampu sen waktu tikung, dan lain-lain. Saya sebagai pengguna jalan juga was-was. Bisa-bisa saya tertabrak (dan memang saya pernah ditabrak kendaraan lain yang tidak patuh pada rambu-rambu lalu lintas). Kalau kita baca di media, banyak sekali kecelakaan yang terjadi gara-gara pengendara kendaraan bermotor lalai.
Sa pikir kejadian buruk ini akibat masih minimnya pengetahuan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku. Bisa jadi karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mencari tahu peraturan lalu lintas atau rambu-rambu lalu lintas. Anak-anak remaja (secara usia masih belum cukup umur) dapat bebas mengendarai kendaraan bermotor, bahkan atas persetujuan orang tua. Selain itu, masyarakat juga melihat ulah ‘oknum’ aparat penegak hukum yang justru melanggar lalu lintas. Ngapain harus ikut rambu-rambu lalu lintas? Sedangkan ada ‘oknum’ aparat yang justru melanggar rambu-rambu tersebut. Di sisi lain, jika masyarakat melanggar, saat ikut sidang nanti paling bayar hanya Rp 100.000 sampai Rp 500.000.
Kebiasaan ini lama kelamaan jadi semacam ‘budaya’ yang buruk. Kira-kira apa yang dapat dilakukan supaya kebiasaan ini tidak semakin parah? Sa usul supaya pemerintah (tentunya bersama kepolisian) lebih mensosialisasikan rambu-rambu lalu lintas kepada masyarakat. Selain kepada masyarakat juga ke sekolah-sekolah atau komunitas anak-anak muda dan remaja agar mereka tahu aturan berlalu lintas dengan baik. Dan yang paling penting adalah menindak tegas setiap pelanggar lalu lintas tanpa pandang bulu. Mau masyarakat biasa, PNS, pejabat, bahkan aparat penegak hukum sekalipun.
Yohanes Eperi, Warga Kelurahan Mandala, 18/7/2016

ENSIKLIK ‘LUMEN FIDEI’ Terang Iman (Bagian Pertama

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Ensiklik ‘Lumen Fidei’ (Terang Iman) adalah ensiklik pertama dari Paus Fransiskus. Ensiklik ini ditandatangani pada tanggal 29 Juni 2013 dan dipromulgasikan satu minggu sesudahnya, tepatnya pada tanggal 5 Juli 2013. Lumen Fidei (LF) berbicara tentang iman akan Yesus Kristus, yang merupakan anugerah agung Allah bagi manusia dan dunia.

Ensiklik ini terdiri dari empat bab yang diawali dengan pendahuluan dan diakhiri dengan ajakan untuk mengarahkan pandangan kepada Ibu Maria. Pendahuluan (no. 1-7) berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan Ensiklik. Bab Pertama (no. 8-22) menguraikan tentang paham iman mengacu pada pengalaman iman Abraham. Bab Kedua (no. 23-36) membahas iman dalam kaitannya dengan kebenaran, akal budi, pencarian akan Allah dan teologi. Bab Ketiga (no. 37-49) berbicara tentang penerusan iman sepanjang sejarah dan seluas dunia. Bab Keempat (no. 50-60) menerangkan tentang iman sebagai sebuah proses membangun suatu tempat di mana manusia bisa hidup bersama dengan orang lain.

Ensiklik ini tergolong unik. Mengapa? Karena ditulis oleh “empat tangan”. Draf pertama ensiklik ini disiapkan oleh Paus Benediktus XVI sedang sentuhan akhir diberikan oleh Paus Fransiskus. Lumen Fidei meski dilihat sebagai kelanjutan dari Magisterium Gereja sebelumnya, yang dipanggil untuk meneguhkan umat beriman akan kekayaan Iman yang tak ternilai yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Di satu sisi, ensiklik ini melengkapi trilogi ensiklik yakni Deus Caritas Est (2005) tentang kasih dan Spe Salvi (2007) tentang harapan. Di sisi lain, sebagai ensiklik pertama, Lumen Fidei bisa dilihat sebagai arah kepausan Bapa Suci Fransiskus dalam menggembalakan Gereja zaman ini ke masa depan.
Iman Adalah Terang
Di zaman modern ini, iman sering diperlawankan dengan pengetahuan. Iman dianggap sebagai ilusi, sesuatu yang menghambat kebebasan manusia untuk mengeksplorasi cara-cara baru bagi masa depan. Bagaimanapun, pelan namun pasti, menjadi semakin jelas juga di zaman ini bahwa sains dan teknologi tidak memadai untuk menerangi masa depan. Hari esok tetap diwarnai dengan bayang-bayang ketidakpastian. Sebagai akibatnya, manusia meninggalkan pencariannya akan terang sejati dan menjadi puas dengan terang-terang kecil yang memberi kedamaian sesaat namun tidak mampu menunjukkan jalan.

Berhadapan dengan krisis iman zaman ini, melalui ensiklik ini, Paus ingin menegaskan pentingnya menemukan kembali terang iman. Iman adalah cahaya yang mampu menerangi setiap aspek esistensi manusia (LF 4). Iman lahir dari suatu perjumpaan personal dengan Allah yang hidup, yang menyatakan kasih-Nya dan yang memanggil kita untuk menjadikannya sebagai jaminan hidup dan keselamatan.
Sumber: Komkat KWI.

PESAN RAMADHAN & IDUL FITRI DARI VATIKAN

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama Vatikan menerbitkan dokumen tentang pesan Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H kepada umat Islam di seluruh dunia, yang pesan diberi judul “Christians and Muslims: Beneficieries and Instruments of Divine Mercy”.
Sekretaris tiga KBRI Tata Suci Vatikan Sturmius Teofanus Bate kepada Antara London, Jumat (1/7/2016) mengatakan pengiriman pesan Ramadhan dan Idul Fitri bagi umat Islam merupakan tradisi tahunan bagi Vatikan yang dilakukan setiap tahun selama 43 tahun terakhir.

Sturmius Teofanus Bate menjelaskan pesan tersebut umumnya dikirim menjelang akhir bulan suci Ramadhan atau sebelum perayaan Idul Fitri, baik melalui perwakilan diplomatik negara sahabat di Vatikan maupun melalui Kedutaan Besar Vatikan (Nunciature) Vatikan di seluruh dunia.

Pesan Ramadhan dan Idul Fitri 1437 Hijriah kali ini berisikan beberapa hal penting, di antaranya harapan agar umat Islam yang menjalankan ibadah puasa mendapatkan pahala yang berlimpah. Vatikan menyampaikan harapan semoga Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan spiritual antara umat Kristiani dan Islam.

Melalui pesan yang ditulis Kardinal Jean-Louis Tauran tersebut, Vatikan memberi penekanan pada kesamaan antara Kristiani dan Islam, karena umat Kristiani dan Islam sama-sama mengimani Allah sebagai sosok yang Maha Pengampun dan mengasihi segala makhluk ciptaan-Nya, termasuk manusia.

Pesan Ramadhan mengutip pernyataan Paus Fransiskus, Jubilee of Mercy, adalah momentum untuk saling memaafkan, saling mengampuni, momentum untuk menyembuhkan luka yang diakibatkan oleh konflik serta momentum yang tepat untuk rekonsiliasi dalam khotbah Paus Fransiskus tanggal 11 April tahun lalu.

Salah satu poin penting yang digarisbawahi dalam pesan Ramadhan tersebut bahwa umat Kristiani dan Islam terpanggil untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, yakni dengan cara mengasihi dan menyayangi satu dengan yang lain.
Dalam hal ini, Vatikan mendorong umat Kristiani dan Islam untuk memberi perhatian terhadap mereka yang kondisinya terpuruk dalam konflik dan peperangan, korban perdagangan manusia, kaum miskin, penderita sakit, korban bencana alam serta pengangguran yang diakibatkan oleh ketidakadilan sosial.

Guna menghadapi berbagai tantangan sosial tersebut, Vatikan mengajak umat Kristiani dan Islam bekerja sama saling membantu sesamanya yang membutuhkan. Kerja sama yang erat antarumat Kristiani dan Islam dalam hal ini dinilai sebagai sumber harapan yang besar serta perwujudan dari ajaran agama masing-masing.
Kardinal Tauran mengakhiri pesan dengan mengekspresikan doa dan harapannya semoga umat Islam mendapatkan berkah yang berlimpah dan sukacita dalam perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah. (suara.com)

Cerita Singkat Pengalaman Masyarakat Dari Kampung Ujungkia (Mie Busu), Distrik Kia, Kabupaten Boven Digoel – Papua

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Saat ini, perusahaan PT. Tunas Sawa Erma, (Korindo Group) melakukan pembongkaran hutan dan menggusur tanah-tanah, rawa, dusun sagu, tempat keramat dan sebagainya di wilayah Asiki dan Jair, sekitar Kali Digoel, untuk usaha perkebunan kelapa sawit. Padahal awalnya, perusahaan mengatakan hanya bekerja mengolah kayu saja untuk membuat industri kayu lapis di Asiki. Di wilayah tersebut hidup masyarakat adat Mandobo (Asiki) dan Suku Auyu (Jair).

Kebanyakan masyarakat Suku Auyu yang berdiam di wilayah Kampung Ujungkia, Distrik Kia, tidak setuju dan menolak kegiatan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Tetapi perusahaan terus berusaha untuk masuk dan terjadi intimidasi/pemaksaan yang dilakukan oleh oknum-oknum orang suruhan perusahaan. Perusahaan mengunakan jasa aparat keamanan untuk berhadapan dengan masyarakat saat sosialisasi atau negosiasi, sehingga masyarakat gugup dan takut untuk menyampaikan pendapat atau pertimbangan. Musyawarah dan mufakat tidak ada. Perusahaan mengatur sendiri saja. Masyarakat tidak pernah diberikan informasi rencana kegiatan perusahaan secara memadai, termasuk dokumen mengenai analisa dampak lingkungan (AMDAL), perizinan perusahaan dan sebagainya.

Perusahaan memberikan kompensasi yang nilainya tidak adil dibandingkan luasan areal konsesi. Perusahaan membuat janji-janji dan tidak ditepati, perusahaan tidak membantu kesulitan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, terjadi konflik batas dusun antar marga dan suku. Masyarakat tidak rasakan manfaat kehadiran perusahaan. Hanya oknum tertentu saja yang menerima manfaat, sementara ratusan orang dari marga-marga pemilik dusun tidak dapat apa-apa, tidak ada jaminan kesehatan, pendidikan tidak berjalan baik. Masyarakat kecewa dengan kehadiran perusahan ini.

Dampak yang dirasakan masyarakat, yaitu luas hutan di wilayah Jair sudah berkurang dan hampir habis. Dusun-dusun tempat cari makan sudah tidak ada, tempat keramat hilang, peninggalan leluhur hilang. Masyarakat adat takut jadi tukang minta-minta (pengemis) di jalan-jalan. Dahulu sebelum ada perusahaan, kehidupan masyarakat rukun dan dapat terpenuhi kebutuhannya. Orang mengatakan Suku Auyu Jair cinta kasihnya tinggi. Sekarang tidak ada lagi, masyarakat mulai malas kerja, minuman keras beralkohol beredar bebas, judi-judian, pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hampir setiap saat terjadi.

Kami masyarakat berharap pemerintah harus bertindak tegas kepada perusahaan ini (PT. Tunas Sawa Erma), sebab marga-marga sampai sekarang masih bingung dengan rencana kerja perusahaan, juga ganti rugi dari kerusakan hutan yang ada. Perusahaan angkat kaki saja karena tidak memberi manfaat positif bagi masyarakat.

(Sumber: Masyarakat Kampung Ujungkia)

Prioritas Program

Chart
  • 01 Penegakan keadilan dan Demokratisasi
  • 02 Membangun Budaya Damai
  • 03 Keutuhan Alam Ciptaan
  • 04 Perlindungan Perempuan dan Anak

Partner Links

  • Link Mitra 1
  • Link Mitra 2
  • Link Mitra 3
  • Link Mitra 4
  • Link Mitra 5
  • Link Mitra 6