Author Archive

JALANNYA PENDIDIKAN DI KAMPUNG MANGGA TIGA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel ada sebuah sekolah dasar YPPGI Manggelum. Sekolah ini terletak di Kampung Mangga Tiga.

Sekolah ini berbentuk permanen dengan 3 ruang kelas. Su pasti ini sebuah keterbatasan. Untuk itu, 3 ruang kelas itu di bagi lagi supaya cukup untuk menampung 6 rombongan belajar kitorang pu anak-anak. Dengan demikian pembagian kelasnya itu kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4, serta kelas 5 dan 6. Cara mengajarnya dalam 1 ruang, papan tulisnya di bagi jadi dua. Hal ini sudah berlangsung sejak tahun 2009.

Saya ini statusnya guru honorer. Saya lahir di Kampung Mangga Tiga, Distrik Manggelum. Jadi mengajar di SD YPPGI Manggelum ini seperti panggilan hati. Tahun lalu kurang lebih selama 6 bulan, saya tidak terima honor. Tapi itu tidak buat saya untuk lari dari tugas ini.

Situasi ini sebenarnya terjadi sejak saya masih sekolah di SD dulu. Cuma bedanya, dulu kitorang harus sekolah di Kouh (waktu itu belum pemekaran distrik). Sekarang ini su ada sekolah, walaupun ruang kelasnya terbatas. Anak-anak yang sekolah di sini berasal dari tiga kampung: Manggelum, Mangga Tiga, dan Kewam.
Semoga persoalan pendidikan di SD Mangga Tiga, Distrik Manggelum ini mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Boven Digoel. Kitorang juga mau kalau anak-anak kelak bisa jadi orang sukses dan berguna bagi bangas & negaranya.

Marinus Bisibin, Guru honor SD YPPGI Manggelum, 4/3/2017

PEMBANGUNAN KANTOR KAMPUNG MANGGA TIGA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Seorang warga berdiri di depan Kantor Kampung Mangga Tiga

SKP KAME-Jalannya pemerintahan di kampung tentu tidak lepas dari infrastruktur pendukung seperti kantor kampung sebagai pusat administrasi masyarakat kampung.

Kantor Kampung Mangga Tiga, Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel di bangun tahun 2016 dengan dana Rp 3.000.000.000 (tiga ratus juta rupiah) dari pusat. Kami pu kantor kampung ini berukuran 8 x 12 M dengan konstruksi beton dan berlantai keramik. Ada 9 ruangan di dalamnya dengan masing-masing ruangan berukuran 2 x 3 m untuk kepala kampung, sekretaris kampung, bendahara, kaur pemerintahan, Bamuskam, Linmas, dan RT / RW. Satu ruangan lainnya adalah MCK.
Untuk sisa anggaran dari tahun 2016, kami bersama kepala kampung, bapak Kayafas Lomonggo adan aparat Kampung Mangga Tiga ada rencana untuk pengadaan aset kantor seperti: komputer, laptop, printer, tv 14 inchi. Kalau untuk kursi, meja, dan perabot lainnya sudah ada. Sekarang tinggal penyelesaian bangunan dulu baru kami kasih masuk perabotan, setelah itu peresmian.

Yehuda Bisibin, Bendahara Kampung Mangga Tiga, 4/3/2017

17 ANAK TAMAT SD YPPK TEREK, TAPI TIDAK DAPAT IJAZAH

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Sejak tahun ajaran 2015, SD YPPK Sta. Theresia Terek, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel meluluskan 9 orang murid, tapi pihak sekolah
tidak pernah kasih ijazah kepada ke 9 murid
tersebut.

Kejadian ini berulang lagi di tahun ajaran 2016.
Ada 8 murid yang dinyatakan lulus ujian, tetapi
tidak terima ijazah. Murid yang dinyatakan lulus
itu sekarang sudah kelas 1 dan 2 SMP Negeri Persiapan Terek. Para orang tua murid su pasti kecewa dan marah
atas kejadian ini. Kepala sekolah SD YPPK Sta. Theresia Terek bilang bahwa ijazah itu akan ditandatangani oleh sekolah lain di Asiki. Orang tua murid, semakin bingung dengan
jawaban kepala sekolah. Orang tua murid
berharap supaya pihak Dinas Pendidikan
Kabupaten Boven Digoel segera menyelesaikan
persoalan ini dengan memproses ijazah bagi
anak-anak mereka yang sudah di SMP tapi belum punya ijazah SD.

Fransiskus Kombutop, Warga Kampung Subur, 12/3/2017

AKTIVITAS PEDAGANG ASLI PAPUA DI TANAH MERAH, BOVEN DIGOEL

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Mama-mama pedagang asli Papua bersendagurau sambil menunggu pembeli

SKP KAME-Di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel ada sebuah pasar MUMANJA (Muyu – Mandobo – Jair). Pasar ini sudah ada tahun 1980-an.

Dulunya pasar ada jalan pelabuhan, lalu pindah
ke Lapangan Trikora. Sekarang pasar pindah ke Kampung Wet di dekat Bandara Tanah Merah.

Harga sayuran, ikan, dan hasil bumi yang lain termasuk murah, berkisar antara 5.000 – 20.000
rupiah.
Selain di Pasar MUMANJA ini, sebagian mama-
mama asli Papua sejak tahun 2016 berjualan
di pinggir jalan depan Kantor Bupati Boven
Digoel, dekat Toko Akat. Alasan mama-mama jualan di sana karena cepat laku. Sedangkan
mama-mama yang jualan di Pasar MUMANJA
ini tetap di sini karena jarak ke depan Kantor
Bupati agak cukup jauh dan kalau siang panas.
Mama-mama berharap Pasar yang sementara
di bangun di Kilo 3 dapat segera diselesaikan,
sehingaa mama-mama yang tinggal di Kampung
Sohokanggo dan sekitarnya dapat berjualan
di sana. Sedangkan mama-mama yang tinggal
di sekitar Kampung Wet dapat berjualan di Kampung MUMANJA ini.

Getruda Kaput, Pedagang Pasar MUMANJA, 4/3/2017

 

JALAN TRANS PAPUA RUSAK PARAH

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Antrian kendaraan akibat rusaknya jalan Trans Papua

SKP KAME-Distrik Ulilin adalah sebuah distrik di Kabupaten Merauke yang berbatasan dengan Kabupaten Boven Digoel dan terletak di Jalan Trans Papua. Saat ini jalur jalan Trans Papua rusak parah. Ada beberapa titik, setalah Kampung Sota sampai di Bupul.
Akibatnya, waktu tempuh yang sebelumnya 4 jam dari Merauke – Ulilin, sekarang ini bisa 1 malam di jalan, baru paginya tiba di Distrik Ulilin. Sebelumnya, dari Merauke ke Ulilin bisa pergi – pulang, sekarang ya harus bermalam di jalan atau kalau beruntung sampai sini ya tengah malam.

Kerusakan ini terjadi karena tingginya curah hujan sepanjang awal tahun 2017 dan tingginya arus transportasi dari Merauke – Kabupaten Boven Digoel. Akibat lain yang muncul kemudian adalah menghambat arus ekonomi warga. Dampaknya, beberapa barang di kios misalnya sembako jadi naik.

Untuk itu, kami berharap pemerintah baik dari pusat sampai ke daerah tolong perhatikan ini jalan kah. Kalau jalan Trans Papua ini baik, tentu ekonomi warga di sepanjang jalan ini akan baik.

Nuryanti, Warga Kampung Kafyamke, 29/3/2017

AMBULANCE ANGKUT BARANG JUALAN, WARGA KECEWA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Sudah sepantasnya kalau mobil ambulance itu digunakan untuk keperluan darurat seperti merujuk pasien dari Puskesmas ke rumah sakit. Tapi kalau mobil ambulance dipakai untuk keperluan lain diluar keperluan kesehatan, itu keterlaluan namanya.

Di Puskesmas Subur, Kabupaten Boven Digoel ada mobil ambulance yang beberapa kali disalahgunakan oleh oknum petugas kesehatan untuk kepeluan pribadinya. Oknum itu de pakai mobil ambulance untuk angkut barang-barang jualan dari Asiki ke Kampung Subur pada Januari 2017.

Kami pernah minta bantu untuk antar pasien rujukan dari Puskesmas Subur ke Merauke, tapi oknum petugas kesehatan tersebut tidak respon dan tidak kasih alasan apa-apa, padahal kami sudah beritahu kalau ada pasien rujukan.

Kami berharap pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel menertibkan mobil ambulance di Puskesmas Subur, karena mobil itu untuk melayani masyarakat yang sakit dan bukan dipakai untuk kepentingan pribadi. Fransiskus Kombutop, Warga Kampung Subur, 10/3/2017

KEKERASAN TERHADAP ANAK

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Uncategorized

SKP KAME-Yang tergolong sebagai anak adalah usia lahir hingga 19 tahun. Barang siapa melihat kekerasan terhadap anak (dalam benuk apa pun), maka siapa pun terikat kewajiban melapor kepada aparat berwewenang.

a. Anak adalah bagian dari “Investasi Manusia” yaitu sebagai asset masa depan Keluarga, Agama, dan Negara.
b. Anak dilindungi oleh undang-undang NKRI melalui KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia).

c. Kekerasan terhadap anak itu bukan hanya kekerasan fisik, tetapi juga jiwanya, termasuk tidak mejamin pendidikan dan kesehatan bagi anak juga merupakan kekerasan terhadap anak, karena anak ini menuju kehancuran masa depannya dalam ketakberdayaan.
d. Dalam konteks Papua: Menjual tanah dan hutan sembarangan (tanpa perhitungan yang baik), dan kemudian anak cucu menderita, itu juga bagian dari kekerasan terhadap anak. Itu sama dengan orang tua berbuat dosa, dan anak-cucu yang tak tahu apa-apa ini yang tanggung akibatnya. Itu bagian dari kekerasan terhadap anak.

Felix Amias MSC, dibawakan di Muspas Paroki Asiki

PRIMO MINIPKO: DOSEN TIDAK AKTIF MENGAJAR, MAHASISWA SUSAH

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Uncategorized

SKP KAME-Maaf, saya akan menceritakan pengalaman sebagai mahasiswa di salah satu jurusan Universitas Musamus – Merauke.
Saya mahasiswa angkatan 2013, mestinya sudah masuk semester-semester akhir, tetapi tertunda mata kuliah, dan tertunda KKN. Mungkin ada kesalahan saya, tetapi rasanya juga bukan sepenuhnya kesalahan saya.

Para dosen yang mengkuliahkan kami pun banyak waktu tidak masuk memberi kuliah. Tidak tahu mereka ke mana? Mereka lebih banyak sibuk di luar daripada mengajar. Alasannya mahasiswa harus belajar sendiri, padahal kami butuh teorinya. Itu tugas dosen memberikan teori, dan kami praktek mengembangkannya sendiri.
Ini teori saja tidak ada, lalu kami mau mengembangkan apa? Kalau belajar sendiri, itu namanya otodidak, lalu apa artinya kuliah dan ada dosen? Bukankah kuliah tingkat S-1 lain dengan S-2 atau S-3? Mahasiswa/i S-1 berasal dari SMA/SMK se-derajat, yang bekal materi kuliahnya minim, sehingga perlu cukup banyak teori dan pendampingan.

Sering kuliah teori dari dosen tidak lengkap, karena kebanyakan waktu tidak masuk memberi kuliah, tetapi kami diberi nilai begitu saja. Ketika saatnya memberi nilai, dan di sini kebanyakan kami anak-anak Papua diberi nilai C. Bagaimana kami mau dapat nilai bagus kalau dosen saja tidak pernah kasih kuliah? Kami yang dapat nilai C bagaimana mengukurnya? Begitu pula yang diberi nilai A atau B, ukuran kemampuan nilainya dari sudut mana?
Ini mempengaruhi kami untuk mengambil jumlah SKS pada semester berikutnya. Akhirnya banyak teman saya men-dropout-kan diri (keluar sendiri), bukan karena tak mampu, tapi karena sistem dan cara-caranya kurang berpihak, dan malah seperti mempersulit kami menyelesaikan kuliah dengan baik. Kalau kuliah dan cara-caranya wajar sebagai sebuah perguruan tinggi, maka lihat, kami akan berkembang jauh melebihi apa yang dibayangkan. Semester ini saja kami belum mengisi KRS yang seharusnya diisi pada Desember 2016 lalu. Sekarang sudah akhir Februari 2017 dan sudah mau masuk Maret 2017, lalu kuliah semester ini bagaimana?
Semester ini mau dikuliahkan pada waktu yang mana? Apakah kami akan dinilai begitu saja, tanpa aktifitas kuliah yang cukup? Kalaupun tertunda, kami akan menjadi lebih lama dalam kuliah, dan ini bukan salah kami. Siapa yang harus mengatur supaya menjadi normal kembali? Saya berusaha rajin kuliah, tapi model begini, jadi terpaksa saya rencana cuti kuliah. Sekali lagi ini mengenai keadaan di jurusan saya, mudah-mudah pengalaman dilematis ini tidak terjadi pada Fakultas atau Jurusan lain di Universitas Musamus – Merauke yang kita cintai ini.

Primo Minipko, Mahasiswa Univ. Musamus Jurusan Teknik Mesin, 27/2/2017

Paus Fransiskus: Lebih Baik Jadi Atheis, daripada Katolik “Bermuka Dua”

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus melontarkan kritik tajam kepada umatnya sendiri, di Vatikan. Paus menyebut, lebih baik menjadi seorang atheis, daripada menjadi seorang Katolik, tapi menjalani kehidupan ganda alias “bermuka dua”.
Atheis adalah istilah untuk menunjuk golongan orang-orang yang tidak mengakui adanya Tuhan.

Paus mencetuskan komentar itu dalam salah satu bagian homilinya ketika memimpin sebuah misa pagi di kediamannya di Vatikan. Homili adalah istilah yang dipakai di lingkungan Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodok Timur, semacam kotbah yang disampaikan pada waktu misa, di bagian liturgi sabda.

“Berapa sering kita mendengar, di antara kita, di lingkungan rumah atau di mana pun kondisi semacam itu (bermuka dua),” kata Paus. “Jika menjadi Katolik semacam itu, maka lebih baik menjadi atheis saja. Begitu,” demikian ditranskrip dari Radio Vatican yang dikutip laman UPI. Paus menyebutkan kondisi itu sebagai sebuah skandal. “Menyebutkan apa, tapi melakukan apa, itu kehidupan ganda, sungguh kehidupan ganda,” kata dia.

“Saya sangat Katolik, tak pernah melewatkan misa, saya menjadi bagian dari komunitas ini. Tapi, hidup saya tidak mencerminkan orang Kristen,” kata Paus. “Saya tidak menggaji karyawan saya dengan benar, saya mengeksploitasi orang, saya melakukan hal-hal kotor dalam bisnis saya, saya mencuci uang… itulah kehidupan ganda,” tegas Paus. “Dan saya tahu, banyak sekali umat Kristen yang melakukan ini, hidup dengan cara seperti ini,” sebut Paus lagi. “Yesus berbicara, dalam Injil, tentang orang-orang yang melakukan hidup semacam ini,” kata Paus. “Ketika anda tiba di gerbang surga, dan mengetuk. Anda berkata, tidakkah Kau ingat aku pergi ke gereja, aku dekat dengan Mu, saya melakukan ini itu, saya memberi persembahan,” sambung Paus.

“Yesus akan menjawab, ya Aku mengingat semua persembahanmu dan itu kotor. Semua kau curi dari orang miskin. Aku tak mengenal mu,” sebut Paus lagi.

Teguran semacam ini bukan pertama kali dilontarkan Paus. Dalam kotbah di bulan Februari 2016, Paus pun menegur umat yang dia sebuah Kristen “palsu”.

Mereka yang pura-pura taat dan berlaku alim, namun hanya melakukan sedikit hal untuk menolong sesamanya.
Pada tahun 2013, di dalam sebuah misa setelah diteguhkan menjadi Paus, dia pun pernah berujar, bahkan seorang atheis pun bisa masuk kerajaan surga, atas pengampunan Kristus.
“Tuhan telah menebus dosa kita, seluruh dosa kita, dengan darah Kristus, untuk seluruh umat manusia, bukan hanya umat Katolik. Semuanya, termasuk para atheis”tegas Paus kala itu.

Sumber: kompas.com

Prioritas Program

Chart
  • 01 Penegakan keadilan dan Demokratisasi
  • 02 Membangun Budaya Damai
  • 03 Keutuhan Alam Ciptaan
  • 04 Perlindungan Perempuan dan Anak

Partner Links

  • Link Mitra 1
  • Link Mitra 2
  • Link Mitra 3
  • Link Mitra 4
  • Link Mitra 5
  • Link Mitra 6