Author Archive

Sejak Awal 2000-an Harga Udang di Payum Tidak Pernah Naik

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Harga udang di Pantai Payum, Kelurahan Samkai dari awal tahun 2000-an sampai sekarang tidak pernah berubah. Harganya per kilogram antara Rp 15.000 (ukuran sedang) sampai Rp 40.000 (udang gross/ukuran besar). Udang-udang ini dibeli langsung di pinggir pantai oleh para penadah. Kalau dijual di Pasar Wamanggu harganya jauh lebih mahal.

Harga udang di Pantai Payum ini tidak sebanding dengan harga-harga barang di kios yang terus naik.
Dua atau tiga tahun lalu sebenarnya ada pertemuan antara warga Payum dengan para penadah. Waktu itu pertemuannya juga dihadiri oleh Lurah Samkai.

Warga Payum yang merupakan nelayan lokal mau supaya harga udang ini dinaikkan paling tidak jadi Rp 17.000. Waktu itu tidak semua pembeli/penadah sepakat dengan harga ini. Alasannya nanti dorang (penadah) mau jual dengan harga berapa di pasar yang ada di Kota Merauke. Mereka juga takut kalau beli dengan harga itu (Rp 17.000) bisa-bisa rugi. Akhirnya tidak ada kata sepakat dalam pertemuan itu. Penadah tetap beli udang kami dengan harga Rp 15.000.

Sebagai pelajar, kami rasa prihatin dengan kondisi ini. Kami tahu karena biasanya kami ikut orang tua tarik jaring di pantai.  Kami juga tidak bisa buat apa-apa. Kalau orang tua kami menaikkan harga udang, penadah dorang nanti tidak mau beli. Kalau mereka tidak mau beli, bisa-bisa kami tidak sekolah.

Petrus dan Paulus, Pelajar dari Payum, Kelurahan Samkai , 22/2/2016

Seruan Damai Dari SP 7

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Setiap tanggal 01 Januari , kita merayakan Tahun Baru. Pada hari yang sama, Gereja seluruh dunia merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. Dan pada hari yang sama juga, seluruh dunia memperingatinya sebagai Hari Perdamaian Sedunia. Sebagaimana perayaan ini dirayakan di gereja-gereja, di Gereja Katolik St. Yakobus SP 7 Tanah Miring, Paroki Kuper, juga diadakan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Anselmus Amo MSC (Direktur SKP KAME). Umat yang hadir hampir memenuhi seluruh ruangan gereja. Antusiasme umat dalam perayaan Ekaristi juga sangat tinggi.

Proyek Pembangunan SD YPPK ST. LUKAS BOHA Tidak Selesai

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Setiap tanggal 01 Januari , kita merayakan Tahun Baru. Pada hari yang sama, Gereja seluruh dunia merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. Dan pada hari yang sama juga, seluruh dunia memperingatinya sebagai Hari Perdamaian Sedunia. Sebagaimana perayaan ini dirayakan di gereja-gereja, di Gereja Katolik St. Yakobus SP 7 Tanah Miring, Paroki Kuper, juga diadakan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Anselmus Amo MSC (Direktur SKP KAME). Umat yang hadir hampir memenuhi seluruh ruangan gereja. Antusiasme umat dalam perayaan Ekaristi juga sangat tinggi.

Tanah Marga Mahuze Tidak Untuk Kelapa Sawit

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Pada tanggal 2-3 Februari 2015, masyarakat adat dari marga Mahuze Besar di Muting melakukan “pemalangan” atau sasi tanah adat mereka dari perusahaan kelapa sawit, PT. Agriprima Cipta Persada (ACP). Kegiatan ini disaksikan oleh Kepala Suku Malind Bian Anim, Kepala Suku Mumanjar (Muyu, Mandobo, Jair, Auyu) di wilayah adat Bian Anim, dan orang tua-tua. Warga melakukan ini untuk tanah-tanah milik marga Mahuze. Warga juga menanam batas antara marga Mahuze dan marga Ndiken.

Sasi Adat Penggalian Pasir

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Di Ndalir, Kampung Kuler, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, sudah dibuat sasi untuk penggalian pasir. Sasi ini untuk wilayah adat di Ndalir. Sasi ini sudah ditanam sejak 6 tahun lalu.Tidak boleh orang dari luar datang untuk ambil pasir di sini. Pasir ini hanya boleh diambil untuk pembangunan dalam kampung seperti buat rumah warga, dan bangunan umum lainnya di kampung ini seperti sekolah, gereja, puskesmas pembantu, dan balai kampung.

Waduk Penampung Air Bersih

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Di Ndalir, Kampung Kuler, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, sudah dibangun waduk untuk menampung air bersih. Dulu, berapa tahun warga Ndalir hanya bisa mengambil air di got-got. Mereka masih ikut alam saja. Kalau hujan, warga berterima kasih kepada Yang Mahakuasa karena bisa mendapatkan air bersih dengan mudah. Bila musim panas, warga musti cari air. Biasanya masyarakat mengambil air dari rawa sagu di kampung Nasem.

Prioritas Program

Chart
  • 01 Penegakan keadilan dan Demokratisasi
  • 02 Membangun Budaya Damai
  • 03 Keutuhan Alam Ciptaan
  • 04 Perlindungan Perempuan dan Anak

Partner Links

  • Link Mitra 1
  • Link Mitra 2
  • Link Mitra 3
  • Link Mitra 4
  • Link Mitra 5
  • Link Mitra 6