Author Archive

RATUSAN WARGA PNG IKUT UPACARA BENDERA DI SOTA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Ilustrasi pengibaran bendera merah putih

Tanggal 17 Agustus merupakan tanggal bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia. Presiden Soekarno dan wakilnya Moh. Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sebuah perjuangan panjang dengan berbagai usaha bahkan nyawa untuk memperolehnya.

Untuk memperingati peristiwa tersebut, setiap tanggal 17 Agustus dilaksanakan upacara bendera.

Bertempat di Lapangan Distrik Sota, tahun 2017 ini anak sekolah, TNI, Polri, ASN, BUMN, dan BUMD mengikuti upacara bendera.

Yang menarik, ada sekitar 200-an warga Papua New Guinea ikut dalam upacara bendera ini. Beberapa diantara mereka hampir setiap tahun ikut upacara bendera di Kampung Sota.

200-an warga PNG dari Daru, Western Province yang ikut upacara bendera ini memiliki ikatan kekerabatan dengan warga Sota. Mereka sering pergi – pulang Sota – PNG untuk mencari makan dan mengunjuni keluarga di sini.

Upacara tahun 2017 di Dsitrik Sota dipimpin oleh Plt. Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Bapak Darmawan Junaidi. Urbanus Bohoji, Aparat Kampung Sota, 23/8/2017

GALERI PHOTO SKP

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Tanggal 28 – 30 Agustus 2017, dilaksanakan Pelatihan Paralegal bagi Seksi KPKC Paroki
Se-Dekenat Muting, atas kerjasama KKPPMP – KWI dan SKP KAME. Tempat pelatihan di
Gedung Serbaguna Paroki Muting. Sebagai fasilitator Pastor Christian Siswantoko, Pr
, Bpk Tigor Nainggolan, dan Pastor Anselmus Amo, MSC. Tuan rumah kegiatan ini Pastor Niko
Rumbayan, MSC. Berikut beberapa foto-fotonya.

PERINGATAN HUT REPUBLIK INDONESIA KE 72 DI DISTRIK KURIK

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

 

SKP KAME-Tidak lengkap bila saat HUT RI tidak ada kemeriahan, sebagaimana aneka ragam lomba untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI, sudah menjadi tradisi turun temurun, termasuk yang diadakan di tingkat Distrik Kurik. Beberapa kegiatan, pertandingan, dan perlombaan diadakan untuk memeriahkannya. Warga dari kampung-kampung pun tidak ketinggalan ambil bagian.

Lomba-lomba tersebut diantaranya cerdas cermat, futsal, gerak jalan, voli, wayase, dan lain-lain. Selain berbagai lomba dan pertandingan, juga ada pawai budaya yang diikuti oleh siswa-siswa TK/PPAUD, SD, SMP, SMA, paguyuban-paguyuban masyarakat, dan masyarakat umum.

Pada tanggal 17 Agustus, bertempat di halaman Kantor Distrik Kurik, dilaksanakan upacara bendera yang diikuti oleh pelajar, ASN, TNI/ Polri, BUMD, aparat kampung, dan perwakilan masyarakat.

Upacara bendera tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Kurik, Ibu Viola B. Kandam. Dalam arahannya ibu Kepala Distrik Kurik menyampaikan agar semua unsur yang ada di Distrik Kurik harus bergandengan tangan dan terlibat secara aktif dalam pembangunan.

Germanus Yolmen, Warga Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, 25/8/2017

PERINGATAN 112 TAHUN GEREJA KATOLIK MASUK PAPUA SELATAN

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Senin, 14 Agustus 2017, ribuan umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Merauke tumpah ruah mengikuti misa bersama dalam rangka memperingati 112 tahun Gereja Katolik masuk Papua Selatan. Ya, 112 tahun yang lalu dua orang pastor (P. Henri Nollen MSC, P. Philipus Braun MSC) dan dua orang bruder (Bruder Adrian van Roesel MSC dan Bruder Melchior Oomen MSC) tiba di Merauke untuk mewartakan kabar suka cita.

Bertempat di Kompleks Ziarah Patung Hati Kudus Yesus -sebelah Bandara Mopah, Merauke, misa bersama ini dipimpin oleh selebran utama Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicholaus Adi Seputra, MSC bersama puluhan pastor.

Hadir dalam perayaan ini, Bupati Merauke, Sekda Merauke, dan Tokoh Katolik Papua Selatan Bapak Johanes Gluba Gebze, serta tamu undangan lain.

Uskup Agung Merauke, Mgr Nicolaus Adi Seputra MSC, menyampaikan terima kasih kepada mereka yang datang di wilayah Selatan Papua menyebarkan kabar suka cita. Beliau juga mengajak semua yang hadir, agar segala persoalan yang terjadi akibat perkembangan zaman dapat diselesaikan melalui dialog.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para misionaris Hati Kudus Yesus serta komunitas dan ordo lain yang menyebarkan agama katolik. Pihaknya juga menyampaikan agar gereja dan pemerintah harus bergandengan tangan membangun umat.

Acara ini berlangsung sangat meriah diiringi suguhan berbagai lagu dan tari-tarian. Ametur Ubique Terrarum Cor Iesu Sacratissimum in Aeternum (Semoga Hati Kudus Yesus di Kasihi di Seluruh Dunia).

Hendro Subiakto, KOMSOS Keuskupan Agung Merauke, 16/8/2017

DANA KAMPUNG UNTUK TINGKATKAN PEREKONOMIAN WARGA KAMPUNG

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Ilustrasi ubi kayu yang sudah dipanen

 

SKP KAME-Kampung Bupul secara administratif merupakan
Ibukota Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke.
Letak Kampung Bupul cukup strategis karena
berbatasan dengan negara tetangga, Papua New
Guinea dan berada tepat di pinggir Jalan Raya
Trans Papua.
Sejak dipercaya jadi Kepala Kampung Bupul,
saya berkomitmen untuk memajukan kampung
dan tentu saja meningkatkan perekonomian
warga. Setelah diskusi dan pertemuan dengan
warga akhirnya ada beberapa jenis program
pemberdayaan ekonomi yang bersamasama
kami lakukan, di antaranyanya adalah
mendorong masyarakat untuk memanfaatkan
pekarangan rumah. Selain pekarangan rumah,
juga kebun-kebun di pinggir Jalan Trans Papua
untuk ditanami dengan tanaman produktif. Jadi
selain untuk memenuhi makan sendiri, hasilnya
juga bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan
hidup sehari-hari.
Program pemberdayaan ekonomi ini kami
masukkan di program kampung tahun 2016 yang
lalu. Pencairan dana tahap pertama itu kami
pengadaan bibit umbi-umbian seperti petatas dan
ubi kayu, yang didatangkan dari Kampung Sota
dan Kampung Baidup (Bupul 12).
Warga Kampung Bupul sudah mulai tanam
umbi-umbian ini. Ada beberapa yang berhasil
ada juga yang kurang berhasil.

Kami berharap masyarakat bisa kembangkan itu
untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah, tapi
juga saya sengaja untuk memberdayakan mereka
agar bisa mandiri. Mandiri dalam arti masyarakat
punya pekarangan cukup luas, tidak boleh
kosong, harus ada tanaman yang bisa menunjang
kehidupan mereka, terutama keluarga mereka.
Program berikut yang sudah kami programkan
itu pelatihan otomotif dalam hal ini bengkel
kendaraan bermotor. Di kampung ini banyak
motor, tapi tidak ada bengkel, sehingga kalau
ada motor rusak harus ke kampung tetangga
yang jaraknya 8 – 10 KM. Pelatihan otomotif
ini sasaran utamanya adalah para remaja atau
pemuda kampung. Ini dilakukan terutama adalah
membuka lapangan pekerjaan bagi anak muda
Kampung Bupul. Pelatihan ini memang belum
terlaksana, tapi sudah kami masukkan dalam
RPJMK.
Dulu, beberapa tahun yang lalu memang ada
bantuan 1 unit kompresor untuk kampung, tapi
itu dirasa masih kurang. Jadi bukan hanya alat
saja, harapannya nanti harus ada pelatihannya
lagi supaya para pemuda ini juga punya
keahlian. Sebenarnya program ini sudah berjalan
sebelumnya, jadi kami hanya tinggal lanjut saja.
Dua program kami di atas hanya beberapa
saja, masih ada program-program lainnya
yang bertujuan untuk menggerakkan roda
perekonomian warga. Dana yang di dapat setiap
tahun sangat besar untuk kampung, baik itu dari
dana desa atau lainnya. Jumlahnya bisa 1 milyar
rupiah lebih. Dana-dana itu bukan hanya untuk
membangun berbagai fasilitas fisik saja seperti
jalan, jembatan, sarana pra-sarana, tapi juga untuk
pemberdayaan ekonomi warga.
Terima kasih pemerintah yang sudah berikan
kampung-kampung kepercayaan untuk
membangun kampung kami sendiri berdasarkan
kesepakatan warga sendiri, bukan ditentukan lagi
dari pemerintah.

Pasifikus Anggojai, Kepala Kampung Bupul, 24/7/2017

PERINGATAN 100 TAHUN RUMAH PASTORAN & 107 TAHUN PAROKI OKABA

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

P. Jefri MSC bersama tokoh warga di Okaba potong kue ulang tahun

SKP KAME-Tanggal 2 Juli 2017, Pastor bersama umat Paroki Okaba merayakan 100 tahun dibangunnya Rumah Pastoran dan 107 tahun berdirinya Paroki Okaba. Paroki Santo Antonius Okaba yang wilayahnya meliputi Distrik Okaba, Tubang, dan Ngguti berdiri pada tahun 1910. Sedangkan Rumah Pastorannya, dibangun pada tahun 1917.

Pastor Paroki Okaba, Pastor Jefri Bogia, MSC dalam sambutannya menyebut dua tokoh yang mempunyai peranan penting dalam pengembangan karya misi Katolik di wilayah Okaba yaitu Pater Petrus Vertenten, MSC dan Kamenap.

Pastor Petrus Vertenten, MSC adalah seorang misionaris dari tarekat MSC yang tiba di Okaba pada 21 September 1910. Sebelum ke Okaba, Pastor Vertenten terlebih dahulu ke Kampung Alaku bersama Pastor Jos Van der Kolk MSC dan Bruder Norbert Hamers MSC. Di Kampung Alaku, Pastor Vertenten bertemu dengan dua orang beragama Katolik yang berasal dari Timor.

Apakah dua orang itu dari NTT atau Timor- Timur dalam catatan harian Vertenten tidak menyebutkan secara detail.

Kamenap adalah seorang Marind dari Kampung Okaba yang menyerahkan tanahnya kepada Pastor Vertenten untuk dibangun Rumah Pastoran. Pengerjaan Rumah Pastoran Okaba ini dikerjakan tahun 1917 dengan menggunakan balok besi berukuran 10 x 10 dan panjangnya 5 meter berjumalah 120 buah. Jumlah balok sebanyak 120 ini merupakan simbol dari 12 rasul Kristus.

Pastor Jefri menyampaikan agar umat dapat membangun budaya cinta kasih, saling menghargai antar satu dengan yang lain sebagai saudara, saling menolong dan menciptakan situasi yang aman di wilayah Paroki Okaba.

Pastor Jefri juga memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan peringatan 100 tahun Rumah Pastoran dan ulang tahun Paroki Okaba, karena keterlibatan dan kerjasama banyak pihak sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Keterlibatan tersebut bukan hanya umat Katolik saja yang ada di Okaba, tapi juga agama Protestan dan Islam.

Untuk memeriahkan acara ini diadakan berbagai perlombaan dan pertandingan seperti lomba wayase, bola voli, paduan suara, cerdas cermat, dan lainnya.

Semoga dengan perayaan 100 tahun Rumah Pastoran dan 107 tahun berdirinya Paroki Okaba, iman umat di wilayah ini semakin kokoh dan berkembang. Perayaan ulang tahun ini menjadi moment penting untuk kita dapat melihat peristiwa di mana Pastor Vertenten bertemu Bapak Kamenap yang memberikan tanahnya untuk membangun Rumah Pastoran. Pemberian tanah oleh Kamenap itu jadi bukti bahwa Kamenap mempunyai Kasih. Oleh sebab itu mari kita tebarkan kasih Allah itu dari rumah ke rumah.

 

Selestinus Boi Jupjo, Pemuda Katolik Cab. Merauke, 20/7/2017

 

Paus Fransiskus Dukung Gerakan Menerapkan ‘Laudato Si’ dalam Aksi Nyata Global

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Ilustrasi asap pabrik yang merusak lingkungan

SKP KAME-Setelah ulang tahun kedua ensiklik “Laudato Sì” – Merawat Bumi Sebagai Rumah Bersama- Paus
Fransiskus telah menyetujui sebuah kampanye yang bertujuan untuk memobilisasi setidaknya 1 juta
orang untuk secara langsung terlibat dalam mengubah pesan ensiklik tersebut menjadi tindakan nyata.
Kampanye global yang diselenggarakan dan dipromosikan oleh Global Catholic Climate Movement
(GCCM) tersebut meminta mereka yang menandatangani untuk menjawab panggilan Laudato Sì dengan
berdoa bersama dan dengan ciptaan, hidup lebih sederhana, dan melindungi rumah kita bersama.
Kampanye mendukung Laudato Sì ini telah mendapat dukungan dari para pemimpin Gereja dari seluruh
dunia termasuk Kardinal Turkson, Kardinal Tagle, Kardinal Ribat, Kardinal Cupich dan Kardinal Marx.
Kampanye tersebut juga mengumpulkan dukungan dari pemimpin besar yang peduli lingkungan.

“Kami bersyukur dan mendapat dukungan dari Paus Fransiskus untuk menyelenggarakan kampanye
Laudato Si ini. Dengan 1,2 miliar umat Katolik di seluruh dunia, kami memiliki peran penting dalam
menangani perubahan iklim dan krisis ekologis yang lebih luas,” kata Tomás Insua, Direktur Eksekutif
Global Catholic Climate Movement, seperti dilaporkan Radio Vatikan.

Paus Fransiskus telah mengubah diskusi seputar perubahan iklim dan kampanye global ini mengundang
kita untuk menerapkan ajaran Gereja dalam tindakan sekaligus menjawab seruan mendesak untuk
perubahan tindakan politik dan gaya hidup yang kuat seperti yang diajukan Laudato Si.
Dukungan Paus memperkuat momentum tindakan iklim Gereja Katolik baru-baru ini, misalnya Paus
Fransiskus meminta agar Angela Merkel mengangkat kesepakatan iklim Paris selama KTT G20,
beberapa organisasi Katolik baru-baru ini didivestasi dari bahan bakar fosil, GCCM bergabung dengan
kelompok Kristen lainnya yang mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan yang kuat sebelum
G7 bulan lalu dan Direktur Eksekutif MCCM bergabung dengan pemimpin ilmiah, politik dan agama
lainnya dalam menerbitkan sebuah surat di Nature Magazine untuk mendorong G20 mengakui urgensi
krisis iklim.

Sumber: indonesia.ucanews.com

Sang Gembala Yang Berbeda Dengan Para Pendahulunya

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

 

…… sambungan dari edisi Juni 2017

“Setiap hari saya membaca berita tentang
kekerasan yang terjadi di Italia. Seseorang
membunuh pacarnya, yang lain membunuh
mertuanya, dan mereka adalah orang-orang yang
dibaptis sebagai pemeluk Katolik,” ungkap Paus
lagi.
Ia mengutarakan pembelaannya yang panjang ini
tidak lama setelah peristiwa penggorokan leher
seorang pastor tua bernama Jacques Hamel pada
26 Juli 2016, saat sang pastor tengah memimpin
misa di Gereja.
Dua orang yang melakukannya itu diketahui
berafiliasi dengan ISIS setelah media
propaganda milik ISIS mengklaim bertanggung
jawab atas serangan tersebut.
Alih-alih menyalahkan pihak pelaku secara
sepihak, Paus Fransiskus justru melihat bahwa
ini terjadi karena ketimpangan sosial dan karena
uang dijadikan sebagai berhala yang disembah.

Akhir 2013 silam, ia pernah mengatakan
kepada La Civiltà Cattolica, sebuah majalah
bulanan karya ordo Yesuit terkait pengajaran
bahwa kini, gereja tidak perlu berbicara terus
menerus mengenai masalah aborsi, kontrasepsi
buatan, dan homoseksualitas. Paus Fransiskus
berpikir bahwa isu-isu lain terutamanya tugas
untuk membantu mereka yang miskin dan
terpinggirkan selama ini justru telah diabaikan.
Paus dalam pandangannya tentang kerahiman
bahwa pesan yang paling kuat dari Yesus
Kristus adalah rahmat, tentang belas kasihan
Yesus terhadap orang-orang berdosa.
Jauh sebelum menjadi Paus, dan ketika
Bergoglio masih melayani di Argentina dan
Amerika Latin lainnya, ia memang terkenal
vokal dan kritis dalam melihat ketimpangan
ekonomi, kemiskinan dan ketidaksetaraan yang
besar. Tidak segan, Bergoglio mengingatkan
keras para pemangku kebijakan yang
menyebabkan hal-hal itu terjadi.
Dalam kapasitasnya sebagai Paus, seperti
dilansir BBC, ia mendesak para pemimpin
dunia untuk mencegah ambisi moneter yang
berlebihan, yang katanya telah menjadi mirip
dengan penyembahan berhala uang, dan
mendesak mereka untuk memberikan bantuan
kesejahteraan.
Bahkan terkait kasus pedofilia yang tengah
menerpa Gereja Katolik, Paus Fransiskus
dalam wawancaranya dengan surat kabar La
Repubblica tidak segan lagi untuk mengakui
bahwa 2 persen dari total jumlah imam Gereja
Katolik, termasuk uskup dan kardinal adalah
pedofil atau setara dengan 8.000 orang seperti
diwartakan National Post.
Namun, di tengah banyak dari pemikiran dan
tindakannya yang progresif dalam lingkungan
Gereja Katolik Roma yang sarat akan menjaga
nilai-nilai tradisional, kecaman bukan tidak
pernah menghampiri.

 

Kamorang tahu ka??

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

SKP KAME-Bagi pihak pengkritik dan lawan-lawannya,
Paus Fransiskus justru dianggap meminggirkan
kaum konservatif dalam Gereja Katolik Roma.
Pandangannya terhadap dunia dinilai perspektif
kiri dan bernuansa teologi pembebasan meski
dirinya masih enggan mengakui. Bahkan ia
pernah bertemu dengan Gustavo Gutiérrez,
tokoh yang banyak dibicarakan dalam rujukan
teologi pembebasan yang melanda Amerika
Latin masa revolusi.

Media-media internal yang menampung
suara kritik untuk Paus Fransiskus ada yang
menyebut bahwa ia menciptakan iklim
ketakutan dan teror dengan pembersihan
ideologis terhadap umat Katolik yang
menjunjung tinggi ajaran tradisional Gereja.
Kolumnis Ross Douthat, seorang konservatif
dalam opininya yang dimuat di The New
York Times bahkan malah berpikir bahwa
Fransiskus adalah terang-terangan seorang
Trump lantaran perkataan-perkataannya yang
berat dan berani, dan dikatakan tidak sabaran
dengan ketentuan hukum gereja sehingga
cenderung memberi perintah dahulu.
Sejumlah media-media internal juga masih rajin
memberi klarifikasi dan penjelasan setiap kali
Paus Fransiskus selesai melontarkan kata-kata
yang mendobrak dan kontroversial dengan
arah mengembalikan lagi pada nilai-nilai
tradisional Gereja Katolik. Seperti halnya
pernyataan Paus Fransiskus baru-baru ini
terkait ateis yang lebih baik daripada seorang
Katolik yang buruk misalnya, ChurchPOP
menjelaskan lagi bahwa transkrip pernyataan
Paus Fransiskus tidak serta merta mengatakan
bahwa menjadi ateis akan lebih baik dibanding
menjadi seorang Katolik yang berlaku buruk.
Ucapan itu dikutip Paus untuk menunjukkan
pandangan orang secara umum ketika melihat
orang Katolik yang berlaku hipokrit.
Tampaknya, sosok Paus Fransiskus masih
akan terus menjadi momok bagi para penganut
konservatisme meskipun dalam kesempatan
lain, pandangan-pandangan Paus Fransiskus
masih tampak selaras dengan nilai-nilai
tradisional dan doktrin Gereja Katolik Roma.
Seperti perempuan yang masih tidak akan
bisa memimpin misa, juga kebebasan memilih
jenis kelamin di bangku sekolah yang masih
dianggapnya sebagai penjajahan ideologis.
Ini adalah sebagian pandangan Bapa Suci
Fransiskus yang bagi sebagian orang
merupakan kontroversi.

REALISASI DANA KAMPUNG TAMBAT TAHUN 2017

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Uncategorized

SKP KAME-Dalam realisasi bantuan dana tahun 2017 melalui
Dana Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring
Program tahun 2016, kitorang dapat bantuan
dana untuk pembangunan Gereja St. Yohanes
Stasi Tambat sebesar Rp. 100.000.000 (Seratus
Juta Rupiah).

Dana tersebut kitorang pakai untuk beli materil
berupa; pembelian 150 karton karamik, semen
20 sak, cat tembok 4 ember, triplex 200 lembar,
speaker dinding 4 unit, dan membayar upah
tenaga kerja.

Yustus Tarumop, Kaur Kesra Kampung Tambat,
11/07/2017

Prioritas Program

Chart
  • 01 Penegakan keadilan dan Demokratisasi
  • 02 Membangun Budaya Damai
  • 03 Keutuhan Alam Ciptaan
  • 04 Perlindungan Perempuan dan Anak

Partner Links

  • Link Mitra 1
  • Link Mitra 2
  • Link Mitra 3
  • Link Mitra 4
  • Link Mitra 5
  • Link Mitra 6