HARGA PER KILO RP 3.000 WARGA TIDAK SADAP KARET LAGI

Written by Admin SKP-KAME. Posted in Publikasi

Ilustrasi pohon karet

SKP KAME-Di Kampung Selil, Distrik Ulilin, salah satu hasil bumi masyarakat adalah usaha tanam karet. Pohon karet adalah salah satu komoditas terkenal dari Indonesia. Pohon karet bisa tumbuh selama lebih dari 100 tahun dan bisa tumbuh mencapai ukuran ketinggian antara 30 hingga 40 meter. Getah karet inilah yang menjadi salah satu hasil utama dari pohon karet.

Hanya saja, sekarang ini harganya jatuh sekali sampai Rp 3.000. Padahal dulu harganya Rp 20.000 – Rp 25.000. Karena harga karet yang terlalu jatuh, akhirnya warga meninggalkan tanaman karetnya.

Selama ini pengiriman bibit dan pelatihan untuk petani karet lancar dari pemerintah, tapi harga dan pasarnya tidak ada. kami minta, bukan hanya pelatihan dan pengiriman bibit saja, tapi juga harga dan pasaran karet.

Kami sudah berulang kali sampaikan hal ini ke pemerintah melalui pihak distrik dan dinas terkait yang datang saat kasih pelatihan, sampai melalui MUSREMBANG juga kami bahas, tapi hasilnya sama saja, harga karet tetap jatuh.

Pemerintah itu, jangan kasih bibit karet baru bicara sawit. Kasih pelatihan tentang karet, tapi kami punya lahan dibuka untuk sawit lagi.

Kalau bicara kelapa sawit, kami tidak tahu, buta sama sekali. Tapi kalau karet, kami tahu. Mulai dari pembabatan, penanaman, sampai dengan hasilnya.

Kalau harga karet jatuh, ya terpaksa kami tinggalkan kebun karet dan cari sumber mata pencaharian lain yang bisa menghidupi keluarga kami. Salah satunya ya jualan ikan saja, tapi itu juga pakai musim, tidak tiap hari.

Linus Omba, Warga Kampung Selil, 11/8/2017

Trackback from your site.

Leave a comment

Prioritas Program

Chart
  • 01 Penegakan keadilan dan Demokratisasi
  • 02 Membangun Budaya Damai
  • 03 Keutuhan Alam Ciptaan
  • 04 Perlindungan Perempuan dan Anak

Partner Links

  • Link Mitra 1
  • Link Mitra 2
  • Link Mitra 3
  • Link Mitra 4
  • Link Mitra 5
  • Link Mitra 6